Hanura
Apa Itu Islam Radikal?

Apa Itu Islam Radikal?

Tau-LitikSenin, 29 Januari 2018 , 10:03:00

ISLAM radikal dalam da­sawarsa terakhir menjadi sebuah istilah yang inter­changeable dengan kel­o..
Apa Itu Islam Inklusif?

Apa Itu Islam Inklusif?

Tau-LitikSabtu, 27 Januari 2018 , 09:43:00

ISLAM inklusif sering di­artikan sebagai sebuah pemahaman keislaman yang bersifat terbuka menerima ..
Mendalami Sila Kelima: Menggiatkan Dialog Intrafaith Dan Interfaith

Mendalami Sila Kelima: Menggiatkan Dialog Intrafaith Dan Interfaith

Tau-LitikSelasa, 23 Januari 2018 , 10:10:00

SOSIALISASI konsep keadilan sosial yang ber­ciri khas keindonesiaan perlu terus ditingkatkan. Salah..
Mendalami Sila Kelima: Melindungi Properti Kelompok Minoritas
DALAM Islam, status prop­erti kelompok mayoritas sama dengan properti kel­ompok minoritas. Dalam hadis shahih diriwayat­kan oleh Safwan ibn Sulai­man, Nabi pernah bers­abda: "Barang siapa yang mendhalimi orang-orang yang menjalin perjanjian da­.. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Menghindari Tirani Minoritas

Mendalami Sila Kelima: Menghindari Tirani Minoritas

Senin, 22 Januari 2018 , 09:58:00

SAMA dengan arogansi mayoritas; tirani minoritas juga tidak sejalan dengan spirit Pancasila dan jiwa agama. Tirani minoritas terjadi manakala kelompok minoritas memaksakan kehendaknya secara ber­lebihan, melampaui porsi yang sewajarnya dalam arti lu.. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Memberi Tempat Bagi Agama Lokal

Mendalami Sila Kelima: Memberi Tempat Bagi Agama Lokal

Jum'at, 19 Januari 2018 , 10:10:00

ISLAM dan Pancasila mem­beri tempat kepada agama-agama lokal di Indonesia. Dalam kenyataannya hing­ga saat ini masih ada se­jumlah agama lokal masih tetap eksis walaupun diter­pa berbagai tantangan. Na­mun demikian sudah ada beberapa di antarany.. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Memberdayakan Kearifan Lokal...

Mendalami Sila Kelima: Memberdayakan Kearifan Lokal...

Kamis, 18 Januari 2018 , 09:52:00

BAGI bangsa Indonesia, keari­fan lokal bagian yang tak terpisahkan dalam upaya menciptakan keadilan sosial. Budaya tenggang rasa, tepo seliro, padaidi-padaelo, dan akronim solidaritas sosial lainnya sangat kaya dalam masyarakat kita. Kearifan lokal .. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Berkesetaraan Jender

Mendalami Sila Kelima: Berkesetaraan Jender

Rabu, 17 Januari 2018 , 10:23:00

ISLAM Indonesia dan Pancasila sama-sama mengusung dan mem­promosikan kesetaraan jender. Kesetaraan jender di sini bukan persamaan jender (gender equality) tetapi kesetaraan jender (gender equity). Yang per­tama lebih mengedepankan persamaan hak dan.. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Membiarkan Kedhaliman

Mendalami Sila Kelima: Membiarkan Kedhaliman

Selasa, 16 Januari 2018 , 09:07:00

MEMBIARKAN terjadinya kezaliman di dalam masyarakat jelas tidak sejalan dengan Pancasila, UUD 1945, dan ajaran agama yang dianut di Indonesia. Perlakuan semena-mena yang jelas-jelas melangg­gar hukum dan perundang-undangan, termasuk bagian dari keza.. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Menghindari Tirani Minoritas

Mendalami Sila Kelima: Menghindari Tirani Minoritas

Senin, 15 Januari 2018 , 09:27:00

SAMA dengan arogansi mayoritas; tirani minori­tas juga tidak sejalan den­gan spirit Pancasila dan jiwa agama. Tirani minori­tas terjadi manakala kelom­pok minoritas memaksakan kehendaknya secara ber­lebihan, melampaui porsi yang sewajarnya dalam.. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Menghindari Arogansi Mayoritas

Mendalami Sila Kelima: Menghindari Arogansi Mayoritas

Sabtu, 13 Januari 2018 , 08:20:00

SIFAT, sikap, dan peri­laku yang menampilkan arogansi atau kesombon­gan mayoritas terhadap warga minoritas jelas tidak sesuai dengan spirit Pancasila dan jiwa agama. Kelompok ini seolah-olah menganggap kelompok minoritas, baik agama maupun etnik, s.. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Mengembangkan Islam Inklusif

Mendalami Sila Kelima: Mengembangkan Islam Inklusif

Kamis, 11 Januari 2018 , 08:54:00

KEADILAN sosial bagi se­luruh rakyat Indonesia tentu acuannya juga adalah kon­sep keadilan yang berkein­donesiaan. Jika di sejum­lah tempat ada kelompok radikal berusaha mengem­bangkan "konsep keadilan", maka tidak boleh mereka memaksakan konsep.. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Belajar Dari Kearifan Walisongo
WALISONGO sudah men­jadi sebuah nama yang terukir di dalam sejarah monumental Indonesia. Era Walisongo bisa dis­ebut era proto Islam Indo­nesia. Era ini mengakhiri pusat kerajaan Hindu Ma­japahit di Nusantara. Para ahli sejarah menunjuk kepiawaia.. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Menghayati Konsep Moh Limo Walisongo
TERWUJUDNYA keadilan sosial tidak ditentukan oleh hanya factor eksternal, mis­alnya melalui kebijakan pe­merintah dan memperbaiki sistem sosial ekonomi di dalam masyarakat, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor internal berupa kesadaran moral .. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Menunaikan Hak Dan Kewajiban Kaum Minoritas
SILA kelima Pancasila mengamanahkan dengan te­gas perlunya memberi­kan pemenuhan hak dan kewajiban kepada segenap warga masyarakat Indone­sia, tanpa membedakan antara kaum minoritas dan mayoritas. Bahkan nomen­klatur minoritas dan mayoritas tidak.. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Mengeliminir Kelompok Mustadh'afin
MUSTADH'AFIN berasal dari Bahasa Arab, dari akar kata dha'afa-yadh'ifu berarti lemah, tidak berdaya, dan tidak mampu. Mereka bukan berarti tidak bekerja bahkan mungkin berkeringat tetapi nasib mereka tetap terping­girkan di dalam masyarakat. Mungkin.. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Kemampuan Ijtihad Hakim

Mendalami Sila Kelima: Kemampuan Ijtihad Hakim

Selasa, 26 Desember 2017 , 10:05:00

PERWUJUDAN keadilan so­sial perlu ditunjang oleh ke­pekaan sosial penegak hu­kum terutama kemampuan ijtihad hakim. Persoalan di dalam masyarakat yang se­makin kompleks seringkali tidak disertai dengan pem­bentukan hukum. Di sinilah pentingnya pe.. Selengkapnya
Pancasila & Nasionalisme Indonesia (132)

Pancasila & Nasionalisme Indonesia (132)

Jum'at, 22 Desember 2017 , 10:28:00

KEADILAN sosial tidak bisa terwujud di dalam budaya Ko­rupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Salah satu wujud KKN ialah gratifikasi yakni pembe­rian dalam arti luas, meliputi pemberian uang, barang, ra­bat (discount), komisi, pinja­man tanpa bunga, t.. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Tidak Menafikan Peristiwa Teologis

Mendalami Sila Kelima: Tidak Menafikan Peristiwa Teologis

Selasa, 19 Desember 2017 , 10:20:00

IDEALNYA, semua pelang­garan hukum harus dapat dikenakan sanksi. Namun jika sebuah kasus memiliki nuansa teologis harus hati-hati di dalam menerapkan sanksi. Dalam kasus tertentu, sung­guhpun peristiwa itu melang­gar hukum tetapi itu perin­tah Tu.. Selengkapnya
Mendalami Sila Kelima: Tidak Menafikan Pengecualian Kasus
DALAM suasana normal, setiap pelanggaran hukum harus dapat dijatuhkan sank­si. Namun dalam hal-hal khusus, sanksi peristiwa pelanggaran hukum tidak bisa dijatuhkan sanksi. Ada sejumlah kasus di dalam Al- Qur’an yang dapat dijadikan contoh. Di anta.. Selengkapnya