Hanura

Freeport Beroperasi Hingga 2041, Pemerintah Dimungkinkan Miliki 51% Saham

Ekbis  KAMIS, 12 JULI 2018 , 19:44:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Freeport Beroperasi Hingga 2041, Pemerintah Dimungkinkan Miliki 51% Saham

Foto/Repro

RMOL. Upaya Pemerintah menjadi pemegang saham mayoritas di PT Freeport Indonesia bakal kesampaian. Heads of Agreement atau kesepakatan pokok yang memungkinkan kepemilikan 51% saham oleh Pemerintah sudah disepakati bersama Freeport-McMoRan Inc. (NYSE:FCX), perusahaan induk dari Freeport Indonesia.

Kedua perusahaan yang akan menjadi pemegang saham Freeport Indonesia, yaitu PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dan Freeport-McMoRan Inc. telah sepakat untuk melanjutkan program jangka panjang yang telah dan tengah dijalankan oleh Freeport Indonesia.

"Sebagai entitas bisnis Indonesia, Freeport Indonesia meyakini bahwa kesepakatan pokok tersebut akan memberikan manfaat bagi semua pihak," kata Richard Adkerson, Presiden dan Chief Executive Officer Freeport-McMoran Inc, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (12/7).

Para pihak menyepakati keberlangsungan operasi PT Freeport Indonesia hingga tahun 2041 dengan mekanisme yang akan didetailkan lebih lanjut. Dikatakan bahwa tercapainya kesepakatan ini akan menguatkan kemitraan yang telah terjalin antara Pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan Inc. selaku pemegang saham PT Freeport Indonesia.

PT Freeport Indonesia meyakini bahwa perpanjangan izin operasi akan memberikan jaminan bagi investasi bernilai miliaran dolar dan memberikan kepastian bagi seluruh pemegang saham PT Freeport Indonesia, karyawan, masyarakat Papua, pemasok dan kontraktor, serta seluruh pemangku kepentingan.

"Freeport-McMoRan tetap berkomitmen untuk kesuksesan PTFI. Kami bangga dengan apa yang telah kami capai dalam lebih dari 50 tahun sejarah kami, dan kami sangat menantikan masa depan selanjutnya," sambung dia.

Perpanjangan operasi dijelaskan akan meningkatkan manfaat secara signifikan bagi Pemerintah Indonesia di masa mendatang. Dengan kepastian investasi dan operasi hingga tahun 2041, pihaknha memperkirakan manfaat langsung kepada pemerintah pusat dan daerah, serta dividen kepada Inalum dapat melebihi 60 miliar dolar AS.

Selama 15 tahun terakhir, Freeport Indonesia telah memulai proses transisi dari operasi penambangan terbuka ke penambangan bawah tanah. Dalam proses tersebut, Freeport Indonesia  telah menginvestasikan sekitar 6 miliar dolar AS untuk mengembangkan tambang bawah tanah dan berencana menambah investasi hingga miliaran dolar sebagai komitmen untuk memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham.

"PT Freeport Indonesia menyambut baik kemitraan baru ini. Kesepakatan ini tidak berdampak pada status ketenagakerjaan karyawan PT Freeport Indonesia. Perusahaan akan tetap beroperasi dengan merujuk kepada rencana kerja yang telah ditetapkan," tukas Richard Adkerson.[dem]

Komentar Pembaca
Ini Hasil Pertemuan Prabowo Dan Puan

Ini Hasil Pertemuan Prabowo Dan Puan

, 17 JULI 2018 , 19:00:00

Gerindra, PKS dan PAN Belum Capai Titik Temu
Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

, 11 JULI 2018 , 19:24:00

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00