Hanura

Pengacara: Ada Bukti Kuat Siti Aisyah Tidak Membunuh Kim Jong Nam

Dunia  RABU, 11 JULI 2018 , 17:34:00 WIB | LAPORAN: APRILIA RAHAPIT

Pengacara: Ada Bukti Kuat Siti Aisyah Tidak Membunuh Kim Jong Nam
RMOL. Pembelaan terhadap warga Indonesia, Siti Aisyah, yang didakwa membunuh Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia pada Senin, 13 Februari 2017, terus berlanjut.

Pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon Seng, menegaskan, tidak ada bukti kuat untuk menjadikan Siti Aisyah sebagai tersangka pembunuhan kakak tiri dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, itu.

"Pertama, tangan Siti Aisyah tidak terpapar zat racun syaraf VX. Dia juga tidak mengganti pakaiannya setelah diduga membunuh. Sementara empat orang Korea Utara yang mengajak Aisyah, melakukan pergantian pakaian dan lolos," kata dia kepada para wartawan di suatu tempat di Jakarta, Rabu (11/7).

Baca: Teori-teori Di Balik Pembunuhan Kim Jong-Nam

Aisyah bahkan sempat mempublikasikan tindakannya atas Kim Jong Nam lewat sosial media, karena ia menganggapnya sebagai bagian acara lelucon.

Selain itu, Aisyah juga sempat pergi ke pusat perbelanjaan dan kembali beraktivitas seperti biasa. Jika Aisyah secara sadar terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam, pasti ia akan menyembunyikan dirinya dari kejaran aparat hukum.

Siti Aisyah didakwa pembunuhan Kim Jong Nam bersama perempuan Vietnam, Doan Thi Huong.

Siti Aisyah menegaskan dirinya telah dijebak untuk membunuh Kim Jong Nam lewat tawaran masuk program lelucon di televisi Korea. Caranya, menyemprot cairan ke wajah orang yang tanpa ia ketahui adalah Kim Jong Nam, kakak tiri dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [ald]

Komentar Pembaca
Ini Hasil Pertemuan Prabowo Dan Puan

Ini Hasil Pertemuan Prabowo Dan Puan

, 17 JULI 2018 , 19:00:00

Gerindra, PKS dan PAN Belum Capai Titik Temu
Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

, 11 JULI 2018 , 19:24:00

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00