Hanura

Amran Tantang Mahasiswa Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia

Kementerian Pertanian  RABU, 23 MEI 2018 , 22:29:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Amran Tantang Mahasiswa Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia

Amran Sulaiman/Net

RMOL. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan kuliah umum di Universitas Jember, Rabu (23/5).

Dalam pemaparannya Amran menekankan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda berperan memajukan pertanian berbasis teknologi. Hal ini untuk mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

Amran juga menceritakan pengalamannya selama berada di Kabinet Kerja sejak 2014. Salah satunya, mengenai terobosan yang dilakukan dan capaiannya.

Pertama mengenai pengaturan regulasi terkait pengadaan, sebab mekanisme tender membuat bantuan sarana produksi kepada petani menjadi mubazir.

"Anggaran keluar Januari, empat bulan tender. Selesai panen, baru traktor jalan (diterima petani)," ujarnya saat memberikan Kuliah Umum "Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045".

Karena kondisi tersebut, Amran mengaku langsung menemui Presiden Joko Widodo dan meminta regulasi pengadaan barang/jasa diubah.  Ia juga menjelaskan alasan agar regulasi mengenai tender bisa dirubah.

"Saya jelaskan ke presiden, tikus (hama petani) tidak pernah katakan, tunggu dulu, pemerintah lagi tender," ujarnya yang langsung diaambut tepuk tangan mahasiwa.

Amran juga mengaku mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar penyimpangan saat tender dapat dihindari dan anggaran tidak diselewengkan. Alhasil, Kementerian Pertanian berhasil memperoleh penghargaan anti gratifikasi.

Terobosan selanjutnya yang dipaparkan Amran terkait peningkatan alokasi anggaran untuk petani langsung. Konsekuensinya, anggaran seminar, peresmian, pengadaan, dan uang perjalanan dinas alokasinya dicabut.

"Dulu, alokasi alsintan untuk petani 35 persen. Sekarang 85 persen," jelasnya.

Amran juga mendorong peneliti pertanian agar ebih giat melakukan riset dan berinovasi untuk memajukan pertanian nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kemudian deregulasi. Dulu izin pertanian tiga bulan, bahkan ada dua tahun, tiga tahun. Kami buat Satu Padu. Dalam satu jam selesai, bahkan cukup dari rumah," imbuhnya.

Amran menjelaskan bila Ia sengaja memaksimalkan lahan yang menganggur, termasuk lahan tadah hujan agar produktivitas pertanian meningkat.

Selain itu, lanjut Amran, Untuk mempermudah ekspor pangan ke negeri tetangga, seperti Malaysia, Kementan mengembangkan pertanian di daerah-daerah perbatasan sebagai lumbung pangan yaitu di  Lingga, Belu, Malaka, Merauke, dan Entikong. Hasilnya, harga pangan mulai stabil di wilayah tersebut.

Amran mengungkapkan, banyak capaian yang terukir dari terobosan tersebut. Misalnya keberhasilan Kementan menutup keran impor beras dan jagung. Bahkan sebagian besar sudah diekspor ke berbagai negara, termasuk Jepang.

"Dalam sejarah pertanian 72 tahun, kita tembus ekspor ayam ke Jepang," lanjutnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Jember, Hasan, berharap Kementerian Pertanian konsisten melakukan modernisasi pertanian, memaksimalkan lahan suboptimal, dan upaya-upaya lainnya.

"Mudah-mudahan ikhtiar dapat ridho dan petunjuk-Nya," katanya.

Ia terus berharap pemerintah mendukung perkembangan pertanian di Tanah Air karena pangan akan menjadi persoalan besar bila pemerintah tidak bisa memenuhi kebutuhan penduduknya. [nes]

Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Salat Id Di Lebanon Selatan

Salat Id Di Lebanon Selatan

, 16 JUNI 2018 , 22:13:00

Liburan Di Monas

Liburan Di Monas

, 16 JUNI 2018 , 14:40:00

<i>Open House</i> Ketua Majelis Syuro PKS

Open House Ketua Majelis Syuro PKS

, 16 JUNI 2018 , 16:48:00