Hanura

20 TAHUN REFORMASI

Kebebasan Berpendapat Disalahgunakan Untuk Menyebarkan Hoax

MPR RI  RABU, 23 MEI 2018 , 01:51:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

Kebebasan Berpendapat Disalahgunakan Untuk Menyebarkan Hoax

Ilustrasi/Net

RMOL. Kebebasan pers dan kebebasan berpendapat selama 20 tahun reformasi cenderung kebablasan.

Hal itu diutarakan Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin usai menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada ratusan mahasiswa STIE Muhammadiyah Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur, Selasa (22/5).

"Eforia demokrasi yang demikian ramai masih disalahgunakan dengan begitu mudahnya orang menebar fitnah, hoax, dan sebagainya. Itu catatan 20 tahun reformasi," jelasnya.

Walau begitu, Mahyudin berharap reformasi yang telah membawa kemajuan bisa membuat bangsa Indonesia lebih baik lagi.

"Meski ada kekurangan, kita bisa berbuat sesuatu yang lebih baik lagi di masa depan," ujarnya.

Mahyudin menolak adanya usulan atau wacana untuk melakukan reformasi jilid II. Bagi dia, reformasi jilid II tidak ada urgensinya.

"Tidak usahlah macam-macam. Tidak ada agenda yang mendesak untuk itu. Ide itu dikait-kaitkan dengan agenda Pilpres. Mari kita jaga ketenangan dan situasi yang kondusif, jangan sampai ada ide-ide seperti itu yang akan memecahbelah bangsa. Saya kira (reformasi jilid II) tidak perlu dibicarakan," katanya.

Mahyudin berharap Sosialisasi Empat Pilar bisa membendung pengaruh pengaruh budaya asing yang tidak cocok dengan budaya Indonesia.

"Karena itu  hari ini kami ada di kampus-kampus dengan harapan generasi muda bisa menjadi generasi emas di masa mendatang dan membuat Indonesia lebih baik lagi," tandasnya. [sam]


Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Salat Id Di Lebanon Selatan

Salat Id Di Lebanon Selatan

, 16 JUNI 2018 , 22:13:00

Liburan Di Monas

Liburan Di Monas

, 16 JUNI 2018 , 14:40:00

<i>Open House</i> Ketua Majelis Syuro PKS

Open House Ketua Majelis Syuro PKS

, 16 JUNI 2018 , 16:48:00