Hanura

SBY: Situasi Di Suriah Berpotensi Sulut Perang Dunia Baru

Dunia  SELASA, 17 APRIL 2018 , 07:44:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

SBY: Situasi Di Suriah Berpotensi Sulut Perang Dunia Baru

SBY/Repro

RMOL. Presiden RI ke-6, Sulilo Bambang Yudhoyono atau SBY mencemaskan situasi yang tengah berkembang di Suriah saat ini.

Pasukan Amerika Serikat Bersama dua sekutunya yakni Inggris dan Perancis diketahui melancarkan serangan udara dengan klaim menargetkan situs dan gudang militer serta kimia Suriah sejak akhir pekan kemarin.

Langkah itu diambil sebagai tanggapan atas apa yang mereka klaim sebagai serangan kimia yang terjadi sepekan sebelumnya. Amerika Serikat dan sekutu menyebut bahwa pemerintah Suriah bersama dengan Rusia dan Iran di belakangnya melakukan serangan kimia itu.

SBY menilai situasi tersebut mencemaskan dan bisa membahayakan.

"Jika situasi ini terus berlangsung, balas membalas antara Amerika Serikat dan sekutu serta Rusia dan sekutu,  maka dunia bukan hanya kembali ke situasi perang dingin yang berlangsung selama hampir setengah abad dulu yang membuat dunia begitu teganga, tapi juga bisa menyulut peperangan baru, peperangan yang besar yang mudah-mudahan tidak terjadi, yang bisa menjadi perang dunia baru," jelas SBY dalam video yang dirilis di saluran resminya di YouTube awal pekan ini (Senin, 16/4).

Masalah Suriah, sambung SBY, memang merupakan masalah yang kompleks dan tidak mudah untuk dicarikan jalan keluarnya.

"Tapi kalau dunia serius, PBB dan bangsa-bangsa yang ingin menyelesaikan masalah di Timur Tengah secara umum dan di Suriah secara khusus, secara damai dan politik, jalan ke arah itu tetap tersedia," demikian SBY. [mel]

Komentar Pembaca
Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

, 16 JULI 2018 , 13:00:00

PKS: Prabowo-Anies Hanya Sebatas Wacana
Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

, 11 JULI 2018 , 19:24:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00

Rizal Ramli Dukung Penghapusan PT

Rizal Ramli Dukung Penghapusan PT

, 09 JULI 2018 , 17:10:00