Hanura

Korban First Travel Senang, DPR Janji Bentuk Travel Gate

Siap Berjuang Sampai Napas Terakhir

Bongkar  RABU, 04 APRIL 2018 , 11:02:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Korban First Travel Senang, DPR Janji Bentuk Travel Gate

Foto/Net

RMOL. Dalam dua hari terakhir, korban penipuan First Travel berjuang di DPR. Mereka mendesak para wakil rakyat bisa memberikan solusi atas kasus yang mereka alami. Sejumlah usulan juga diberikan agar DPR bisa mendorong pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Kuasa hukum korban pe­nipuan First Travel, Riesqi Rahmadiansyah menuturkan, pihaknya telah mengusulkan kepada Fraksi PDIP di DPR untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) guna pe­nyelesaian kasus First Travel.

"Kita harus selesaikan dari awal. Ini bermula dari First Travel. TGPF ini solusi mem­berangkatkan jemaah yang men­jadi korban," katanya di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Usulan tersebut disampaikan mengingat PDIP merupakan par­tai pengusung Presiden Jokowi. Mereka berharap agar PDIP menyampaikannya langsung kepada Jokowi.

"Hanya presiden yang mampu menyelesaikan masalah ini dan mendukung kami. Ke mana uangnya? Karena jemaah send­iri bilang kalau mereka kasih uangnya cash. Berarti ada uang cash yang mereka (First Travel) pegang. Itu yang kami minta," terang Riesqi.

Sebelumnya pihaknya juga telah meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk mer­ekomendasikan beberapa hal kepada First Travel tetapi hingga saat ini belum juga dilakukan. "Kami juga meminta Kementerian Agama memben­tuk TGPF ini dan meminta Kementerian beserta PPATK membuka aset yang dimiliki oleh perusaahan. Namun, sam­pai sekarang kita belum lihat," keluhnya.

Titik terang mulai didapat­kan, kata dia, setelah Komisi III DPR berjanji untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait kasus First Travel. Korban First Travel, Riesqi menyam­but baik keputusan pembentu­kan Pansus itu. Pihaknya juga siap mendukung Pansus Travel Gate dengan membeberkan bukti-bukti yang selama ini dikantonginya.

Riesqi menyebutkan ada be­berapa oknum yang terlibat da­lam kasus penipuan perjalanan umrah ini. Tak terkecuali ok­num dari Kementerian Agama (Kemenag). "Kalau memang nanti Pansus dibentuk, kami siap membantu Pansus dan kami akan support Pansus 100 pers­en. Kalau ditanya ada oknum Kemenag, karena ini biro travel umrah, hampir pasti ada. Nama-namanya sudah kami kantongi," ungkapnya.

Pansus Travel Gate ini, lanjut­nya, memberikan rasa optimis kepada jemaah yang selama ini tak jelas nasib keberangka­tannya. "Ternyata napas tera­khir kami di sini. Mungkin bisa diperpanjang dengan adanya Pansus. Jadi titik keberangkatan sudah semakin cerah nih. Ada bunyi-bunyi keberangkatan," tandasnya.

Sementara itu, Komisi III DPR setelah menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama perwakilan korban pe­nipuan First Travel menyatakan akan membentuk Pansus Travel Gate.

"Rekomendasi dari kawan-kawan yang hadir tadi kan 8 dari 10 fraksi yang ada di DPR ini sepakat bahwa terkait den­gan First Travel ini kita sepakat dibentuk pansus," ujar Wakil Ketua Komisi III, Trimedya Panjaitan.

Dirinya berharap pembentu­kan Pansus ini bisa selesai sebe­lum masa persidangan ke-4 DPR berakhir pada 27 April 2018. Dia menerangkan, pembentukan Pansus ini demi menyelamat­kan kepentingan calon jemaah yang tertipu tak bisa berangkat umrah.

Pansus tak hanya akan fokus pada korban penipuan First Travel. Sebab, disinyalir ada puluhan penipuan serupa yang melibatkan sekitar 20 biro per­jalanan umrah.

"Tujuannya kan bagaimana menyelamatkan kepentingan masyarakat terutama umat yang sudah membayar kepada travel-travel biro. Jumlahnya sangat besar sekali. kalau ditotal, ini mungkin ratusan ribu orang su­dah bayar tapi tidak bisa berang­kat," imbuh Trimedya. ***


Komentar Pembaca
Jokowi Berupaya Mengunci Mitra Koalisi
Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

, 20 JULI 2018 , 13:00:00

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Salam Komando Demokrat-PDIP

Salam Komando Demokrat-PDIP

, 14 JULI 2018 , 03:59:00

Kunjungan Khofifah-Emil

Kunjungan Khofifah-Emil

, 13 JULI 2018 , 01:26:00