Hanura

SAS Institute: MCA Bukan Bagian Islam

Politik  RABU, 14 MARET 2018 , 12:09:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Idiom muslim yang dipakai sindikat penyebar konten provokatif berbau SARA dan informasi palsu, Muslim Cyber Army, telah melukai umat Islam.

Sebab, MCA menyematkan idiom muslim untuk beraktivitas menyebar kebencian antar umat, yang terang-terang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Begitu ujar Direktur Said Aqil Siradj (SAS) Institute, Imdadun Rahmat dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Rabu (14/3).

"Untuk itu, kita harus tegas, menegasikan MCA bukan bagian dari penguatan Islam," tegasnya.

Lebih lanjut, Imdadun menjabarkan tentang paradok yang terjadi di era Revolusi Industri 4.0. Di satu sisi, era ini membuka peluang platform informasi yang egaliter. Artinya, setiap orang atau kelompok bisa membuat kantor beritanya masing-masing.

Tapi di sisi yang sama, era ini juga membuka potensi indormasi hoax menjadi semakin besar pula.

Atas alasan itu, Imdadun mengajak umat Islam Indonesia untuk melawan setiap duplikasi simbol Islam yang disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab dalam menebar kejahatan.

"Ini sama sekali bukan Islam. Mereka adalah kelompok yang mencari keuntungan di tengah rentannya konflik horizontal masyarakat," tegasnya.

Ia menegaskan bahwa SAS Institute akan selalu berada di garda depan dalam melawan penyebaran konten provokatif dan ujaran kebencian di media sosial. Utamanya, jika konten itu disebar oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan diri sebagai Islam. [ian]


Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

, 21 JUNI 2018 , 14:53:00

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

, 20 JUNI 2018 , 18:51:00

Antre Di Tol Fungsional

Antre Di Tol Fungsional

, 19 JUNI 2018 , 06:58:00