Hanura

Dikotomi Sipil-Militer Jangan Dipelihara Di Pilpres 2019

Politik  RABU, 14 MARET 2018 , 06:36:00 WIB | LAPORAN: HENDRI SATRIO

Dikotomi Sipil-Militer Jangan Dipelihara Di Pilpres 2019

Foto: Net

RMOL. Komposisi calon presiden dan wakil presiden mulai ramai diperbincangkan jelang Pilpres 2019. Namun demikian, dikotomi sipil dan militer masih kental dalam pembahasan komposisi tersebut.

Bahkan sejumlah lembaga survei merilis hasil kajian juga dengan mengelompokkan para kandidat calon ke dua kategori itu.

Menanggapi fenomena ini, pengamat politik dari Universitas Airlangga, Khairul Fahmi mengatakan bahwa seharusnya dikotomi sipil dan militer sudah tidak ada lagi dalam Pilpres 2019. Menurutnya, masyarakat harus fokus dalam profil dan kemampuan para calon yang maju di pilpres.

"Jangan dipelihara dikotomi sipil-militer,” ujar direktur eksekutif Institute For Security and Strategic Studies (ISSES) itu kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu, (14/3).

Menurutnya, masyarakat harus fokus dalam profil dan kemampuan para calon yang maju di pilpres, bukan lagi mengenai komposisi pasangan yang disajikan.

“Ini kan kontestasi elektoral ya, mestinya kita fokus pada profil kandidat, kompetensinya, kapabilitasnya, kemudian apa yang ditawarkan. Bukan soal komposisinya," tukasnya. [ian]

Komentar Pembaca
25 Hal Tentang Menteri Amran

25 Hal Tentang Menteri Amran

, 19 APRIL 2018 , 17:00:00

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

, 19 APRIL 2018 , 11:00:00

Di Tengah Cakra Buana

Di Tengah Cakra Buana

, 15 APRIL 2018 , 10:57:00

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00