Hanura

LPJK: Kecelakaan Konstruksi Terbesar Ada Di Jakarta

Nusantara  RABU, 14 FEBRUARI 2018 , 18:54:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

LPJK: Kecelakaan Konstruksi Terbesar Ada Di Jakarta

Trihono Kadri/RMOL

RMOL. Prihatin dengan maraknya peristiwa kecelakaan kerja di DKI Jakarta, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) bekerja sama dengan Program Studi Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencaaan Universitas Trisakti menyelenggarakan diskusi panel di Kampus Universitas Trisakti Rabu (14/2).

Hadir dalam diskusi panel ini antara lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI, Khadik Triyanto, Pengamat dari asosiasi Keselamatan Kesehatan Kerja Dan Lingkungan (AK3L), Petrus Gunawan Hendropranoto, Praktisi dari Asosiasi ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (A2K4), Edy Setiawan, Ketua LPJK Provinsi DKI Jakarta, Trihono Kadri.

Dalam pemaparannya, Trihono Kadri mengakui bahwa pemerintah pusat maupun Pemprov DKI telah berupaya melakukan proses pengendalian dan pencegahan terjadinya kecelakaan di bidang konstruksi.

Salah satu langkahnya, dengan menerbitkan berbagai regulasi maupun acuan pelaksanaan dalam meminimalisasi terjadinya kecelakaan konstruksi baik pada pekerja konstruksi maupun pengguna bangunan.

Meski demikian, lanjut dia, akhir-akhir ini masih terjadi kecelakaan konstruksi yang memakan korban. Bahkan dalam tujuh bulan terakhir telah terjadi 16 kecelakaan kontruksi yang mengakibatkan 11 orang meninggal dan 80 luka-luka.

"Ini yang terbesar terjadi di Provinsi DKI Jakarta," sesalnya sembari mengatakan bahwa kecelakaan konstruksi dapat mengakibatkan terjadinya kematian, cacat fisik, maupun gangguan psikis.

Nah, untuk mengatasi itu, Trihono mendesak para pemangku kepentingan dalam jasa konstruksi di Jakarta untuk mengambil langkah tepat dan cermat dalam upaya mengendalikan, serta mencegah terjadinya kecelakaan di bidang konstruksi.

Menurutnya, bukan Pemprov DKI saja yang memiliki kepentingan untuk mencegah terjadinya kecelakan di bidang konstruksi, akademisi, praktisi, asosiasi, maupun perencana, pelaksana dan pegawas di bidang konstruksi juga ikut memberi peran dalam hal tesebut.

Trihono menambahkan langkah awal mencegah terjadinya kecelakaan melalui diskusi panel hari ini. Diharapkan diskusi ini mampu memberikan masukkan positif bagi semangat mereduksi terjadinya kecelakaan konstruksi Provinsi DKI Jakarta.

Praktisi AK3L, Petrus Gunawan Hendropranoto, mengungkapkan bahwa 98 persen kecelakaan kerja justru terjadi karena perilaku tidak aman. Hanya dua persen diantaranya disebabkan oleh kondisi yang tidak aman.

Untuk menanggulangi kecelakaan kerja, diperlukan kesadaran dan komitmen yang kesungguhann seluruh pemangku kepentingan, terutama para pimpinan lembaga.

"Pemangku kepentingan sangat perlu untuk menerapkan sistem manajemen keselamatan kerja secara konsisten dan berkesinambungan, sehingga dicapai budaya kerja yang mengutamakan keselamatan," tutup Petrus. [nes]

Komentar Pembaca
Rocky Gerung - Pembangunan (Bag.5)

Rocky Gerung - Pembangunan (Bag.5)

, 17 MEI 2018 , 20:00:00

Rocky Gerung - Kelincahan Berfikir (Bag.4)
Prabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00