Hanura

Jasa Marga & Rekanan Bayarin Tagihan Karaoke Tim BPK Rp 107 Juta

Nusantara  RABU, 14 FEBRUARI 2018 , 11:19:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jasa Marga & Rekanan Bayarin Tagihan Karaoke Tim BPK Rp 107 Juta

Setia Budi/Net

RMOL. Bekas General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Setia Budi dituntut hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Ia dianggap terbukti memberi suap motor Harley Davidson, fasilitas penginapan dan hiburan malam kepada auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sigit Yugoharto.

Pemberian suap agar tim pemeriksa BPK menghilangkan temuan mengenai kelebihan pembayaran proyek-proyek Jasa Marga Cabang Purbaleunyi tahun 2015 dan 2016.

"Agar majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan terdakwa Setia Budi dinyatakan secara sah dan meyakinkan secara hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut,"  Jaksa KPK Subari Kurniawan membacakan tun­tutan kemarin.

Setia Budi memberikan mo­tor Harley Davidson Sportster 883 tahun 2000 nomor polisi B 5662 JS kepada Sigit yang menjabat ketua tim pemerik­saan BPK. Harga motor gede itu Rp 115 juta. Selain itu, Setia Budi menyediakan fasilitas penginapan dan karaoke ke­pada tim pemeriksa BPK.

Pada 8-10 Mei 2017, tim pemeriksa mendapat fasilitas menginap di Hotel Santika Bandung yang menghabiskan biaya Rp 7,09 juta.

Pada 8 Mei 2017, tim pe­meriksa BPK antara lain Epi Sopyan, Kurnia Setiawan Sutarto, Bernat S Turnip dan Roy Steven pergi Havana Spa & Karaoke di Jalan Sukajadi Nomor 206. Hiburan malam itu menghabiskan Rp 41,721 juta yang dibayar Janudin dari PT Gienda Putraórekanan Jasa Marga Cabang Purbaleunyi.

Pada 3 Agustus 2017 tim pemeriksa BPK, yaitu Sigit Yugoharto, Epi, Roy, Imam, Bernat, Ndry dan Kurnia karaoke di Las Vegas Plaza Semanggi Jakarta Pusat. Menghabiskan biaya Rp 32,156 juta. Tagihannya dibayar Totong Heryana.

Pada 7-11 Agustus, tim pe­meriksa BPK yakni Kurnia Setiawan, Roy Steven dan Imam Sutaya menerima fasili­tas rapat dan menginap di hotel Best Western Premier The Hive Jakarta Timur. Menghabiskan Rp 32,6 juta. Ditanggung Jasa Marga Pusat.

Tim pemeriksa BPK yang terdiri dari Sigit, Epi, Imam, Kurnia, Fahsin, dan Roy kem­bali karaoke di Las Vegas pada 11 Agustus 2017. Kali ini menghabiskan biaya Rp 34 juta. Tagihannya dibayar Setia Budi Rp 20 juta dan Sucandra Rp 14 juta.

Total biaya yang dikeluar­kan untuk hiburan malam tim pemeriksa BPK mencapai Rp 107 juta. "Perbuatan terdakwa (Setia Budi) dalam pemberian hiburan malam itu haruslah dipandang ada hubungannya dengan tugas dan kewajiban Sigit Yugoharto sebagai pe­meriksa BPK," kata Jaksa Subari. ***


Komentar Pembaca
Rocky Gerung - Pembangunan (Bag.5)

Rocky Gerung - Pembangunan (Bag.5)

, 17 MEI 2018 , 20:00:00

Rocky Gerung - Kelincahan Berfikir (Bag.4)
Prabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00