Hanura

Innalillah…, Cagar Budaya Nasional Banyak Yang Dirusak

Proses Hukum Harus Jalan Terus

Bongkar  MINGGU, 04 FEBRUARI 2018 , 11:12:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

<i>Innalillah…,</i> Cagar Budaya Nasional Banyak Yang Dirusak

Foto/Net

RMOL. Proses hukum untuk pelestarian cagar budaya nasional harus terus dilakukan. Meski ada satu dua yang sudah mulai diproses, namun masih banyak yang tidak ditin­daklanjuti.

Koodinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) Jhohannes Marbun atau yang akrab dengan panggi­lan Joe Marbun menyampaikan, seperti yang saat ini terjadi da­lam kasus Kumitir di Trowulan yang memasuki proses persidan­gan, dan tersangkanya ditahan, mestinya untuk kasus lainnya juga diproses hukum juga.

"Dari kasus Kumitir ini ter­ingat kasus SMA 17 Satu Yogyakarta dan kasus Pasar Cinde Palembang. Kita meminta diusut secara hukum," tuturnya.

Joe menerangkan, kasus Kumitir ini merupakan kasus kedua yang berakhir di meja hijau, setelah pada 2015 lalu kasus SMA 17 '1' Yogyakarta disidan­gkan dan saat ini telah in craht setelah terdakwa melakukan kasasi.

Dia menerangkan, Majelis Hakim MA yang diketuai Artijo Alkostar pada 23 April 2016 mengadili Terdakwa YT(Kasus SMA '17' Yogyakarta) denganHukuman Badan 2 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 juta.

"Namun sampai kini putu­san tersebut belum dieksekusi. Bahkan pertengahan 2016 ter­pidana terendus terlibat kasus Narkoba di Sleman dan hanya menjalani rehabilitasi. Ada apa dengan Kejaksaan yang belum mengeksekusi? Begitu pula BPCB Yogyakarta sebagai pihak yang melakukan penyelidikan?" ujarnya.

Demikian pula Kasus Pasar Cinde di Palembang, menurut Joe, yang sebenarnya modus­nya sama dengan yang ter­jadi terhadap Kasus Kumitir dan Kasus SMA17 '1' Yogyakarta. Pasar Cinde Palembang sudah jelas ditetapkan sebagai Cagar Budaya pada April 2017, dan selanjutnya pada September 2017 dirusak dan pertengahan Januari 2018 ini diketahui telah rata dengan tanah.

Jika ditelusuri, kata dia, se­jak September 2017, sesaat setelah dihancurkan tahap per­tama, Kasus Pasar Cinde terse­but sudah dilaporkan kepada Kepolisian setempat, Pemkot Palembang, dan dilaporkan pula BPCB Jambi.

"Namun proses penyelidikan terhadap Kasus Pasar Cinde tidak dilakukan sampai saat ini. Ada apa dengan BPCB Jambi?" ujarnya.

Demikian pula, kata dia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RIsebagai penanggungjawab tertinggi dalam Pelestarian Cagar Budaya Nasional belum me­nentukan sikap terhadap kasus Pasar Cinde tersebut.

"Mungkinkah BPCB Jambi tidak bergerak karena tidak adanya Restu dari 'atasan'nya? Untuk itu, tanggapan dan sikap dalam menindaklanjuti kasus ini sangat diperlukan," ujarnya.

Sebelumnya, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur di Trowulan memproses secara hukum seorang warga yang telah melakukan perusakan terhadap salah satu situs peninggalan Kerajaan Majapahit. Bahkan, FA(24), warga yang merusak ban­gunan kuno di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto itu pun kini ditahan.

FAdinilai bertanggung jawab atas rusaknya bangunan kuno peninggalan Kerajaan Majapahit di areal persawahan milik Tuminah di Dusun Bendo, Desa Kumitir. Bangunan kuno yang terbuat dari batu bata itu rusak saat lahan sewaan terse­but dilakukan penggalian tanah untuk urukan. Bahkan, batu bata kuno hasil pembongkaran itu dihancurkan.

Kasus perusakan situs ini terja­di pada 9 April 2017. Terjadinya perusakan bangunan kuno ini diketahui setelah salah satu warga mengunggah pembong­karan bangunan kuno tersebut melalui media sosial.

"Kami cek ke lokasi ternyata benar terjadi perusakan situs. Ini langsung kita laporkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPCB Jawa Timur," ungkap Kasi Pemeliharan Perlindungan dan Pelestarian BPCB Jatim Edy Widodo, Senin (22/1).

Laporan itu lantas ditindak­lanjuti dengan melakukan pe­nyidikan. Beberapa saksi, kata Edy, juga sempat dimintai ket­erangan. Ia juga menyebut kasus ini juga telah digelar perkara bersama kepolisian beberapa waktu lalu.

"Dan hasil perkara menyim­pulkan bahwa FA bertanggung jawab atas perusakan itu. Lalu, kita menetapkan yang bersang­kutan sebagai tersangka tung­gal," tambah Edy. ***

Komentar Pembaca
DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

, 20 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Tumpeng Golkar Untuk OSO

Tumpeng Golkar Untuk OSO

, 13 FEBRUARI 2018 , 17:33:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00