Hanura

Pada Sebuah Gerhana Yang Paling Sederhana

Rumah Kaca  RABU, 31 JANUARI 2018 , 21:43:00 WIB | OLEH: RAMON DAMORA

Pada Sebuah Gerhana Yang Paling Sederhana
DI atas pelantar pinggir bandar
sinar gerhana retak berpencar
kulit-kulit langit jatuh
cangkang kenangan terjauh
mengelupas lalu ngambang
kupungut dari kolong lengang

“aku merindumu, sayang”
hanya lewat bibirmu
lantang kupanggil waktu  
sewaktu-waktu

di tepi laut alismu menyusut
padam oleh lampu-lampu tua
pelabuhan tembam gemeletar
tonggak layar gigil musykil
ombak sehening mungkin
merahasia sisa sia usia

“aku merindukanmu...”

rama-rama anggun
lama-lama unggun
berbagi kabut neon
laman kantor syahbandar

penghujung saujana
gerhana separuh bejana
menaruh bandana
pada bayangan rambutmu
yang masih fana

angin bertanya,
sepikah kau
wajah yang kuziarahi

angan menyela,
siapakah kau
orang yang kucintai.[***]


Komentar Pembaca
Perjuangan Terakhir

Perjuangan Terakhir

MINGGU, 20 MEI 2018

<i>Presiden Luar Negeri</i>

Presiden Luar Negeri

SENIN, 16 APRIL 2018

Puisi Sungguh Merakyat

Puisi Sungguh Merakyat

SELASA, 10 APRIL 2018

Apa Kau Berhenti Atau Aku Ganti

Apa Kau Berhenti Atau Aku Ganti

SENIN, 09 APRIL 2018

Cintaku Untuk Indonesia

Cintaku Untuk Indonesia

KAMIS, 05 APRIL 2018

Aku Tak Tahu Sukmawati

Aku Tak Tahu Sukmawati

SELASA, 03 APRIL 2018

Teriak Jokowi Haram, Demonstran Dipukul dan Ditangkap
Daftar 200 Mubalig Itu Konyol!

Daftar 200 Mubalig Itu Konyol!

, 21 MEI 2018 , 17:00:00

Prabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00