Hanura

Bina Waria, Polisi Aceh Dikecam

Penegakan Hukum Harus Berlandaskan Prinsip HAM

Bongkar  SELASA, 30 JANUARI 2018 , 08:47:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bina Waria, Polisi Aceh Dikecam

Foto/Net

RMOL. Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mengecam tindakan Kepolisian Aceh Utara dan Polisi Syariah Wilayatul Hisbah yang menangkap 12 waria disertai perlakuan yang kejam, tidak manusiawi dan merendah­kan martabat manusia. Penegakan hukum tetap harus berlandaskan prinsip-prinsip HAM.

Direktur pelaksana ICJR, Erasmus Napitupulu mengata­kan, setelah ditangkap para wariatersebut dicukur rambutnya, dipaksa mengenakan pakaianorang lain, disuruh berlari, dan bersorak-sorak supaya suara pria mereka keluar. Beberapa bukti visual berupa foto dari perlakuan itu juga tersebar di media sosial.

"ICJR melihat ada bebera­pa pelanggaran di dalamnya. Pertama, tindakan tersebut adalah tindakan penyiksaan, tidak manusiawi dan sewenang-wenang," katanya.

Padahal, kata dia, Indonesia lewat UU no. 5 tahun 1998 telah meratifikasi Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, dan Merendahkan Martabat Manusia.

Kata Erasmus, perbuatan-perbuatan yang dilakukan aparat penegak hukum tersebut juga telah melanggar perlindun­gan yang dicantum di dalam Pasal 5 Universal Declaration of Human Rights, Pasal 7 Kovenan Internasional Hak-hak Sipil dan Politik, Pasal 16 Konvensi Menentang Penyiksaan serta Pasal 28 G ayat (2) UUD 1945.

"Semua pasal ini merupakan jaminan perlindungan bagi se­mua orang dari kewenangan negara dalam memberikan hu­kuman dan perlakuan yang me­nyiksa, kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat manusia," ujar Erasmus.

Selain itu, sambung dia, upaya paksa kepada para waria tersebut telah melanggar hukum acara pi­dana. "Pada kasus ini para kor­ban waria tersebut dibawa paksa oleh pihak kepolisian ke Polres Aceh Utara, dengan demikian telah dilakukan upaya paksa kepada para korban tersebut."

Padahal sesuai KUHAP terda­pat pembatasan dalam melaku­kan upaya paksa. Salah satunya harus dengan adanya dasar bahwa yang ditangkap atau di­tahan adalah tersangka dan telah diduga berdasarkan 2 alat bukti yang cukup melakukan tindak pidana tertentu.

ICJR menilai tindakan se­wenang-wenang tersebut meru­sak citra kepolisian dan me­langgar kode etik kepolisian. Apalagi ditemukan alasan dilakukannya tindakan oleh aparat Kepolisian Resort Aceh dan Polisi Syariat tersebut di­maksudkan untuk memberikan pembinaan kepada para korban waria, bukan dikarenakan kor­ban melakukan tindak pidana tertentu.

"Jika memang ingin melaku­kan pembinaan, maka upaya yang dilakukan aparat tidak boleh dengan kerangka upaya paksa dalam bentuk penang­kapan dan penahanan," terang Erasmus.

Sebelumnya, Kepolisian Aceh Utara dan Polisi Syariah Wilayatul Hisbah menangkap sejumlah waria di kawasan Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye, pada Sabtu (27/1) malam. Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji mengatakan, penangkapan tersebut dilaku­kan dalam rangka pelaksan­aan Operasi Pekat (penyakit masyarakat).

"Pengamanan sejumlah waria tersebut bedasarkan laporan dari keresahan warga sekitar yang takut jika anaknya juga ikut ter­perosok menjadi laki-laki yang tidak normal," kata Untung.

Setelah mengamankan se­jumlah waria tersebut, pihak kepolisian juga memotong paksa rambut mereka serta melepas semua pakaian perempuan yang dikenakan waria, lalu setelah itu digantikan dengan pakaian laki-laki.

"Mereka kita tahan selama tiga hari untuk diberikan pembinaan, tadi malam saya lihat mereka se­mua mampu berprilaku dengan baik seperti laki-laki normal, kita harapkan pembinaan ini memberikan hasil yang baik," jelasnya. ***


Komentar Pembaca
DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

, 20 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Tumpeng Golkar Untuk OSO

Tumpeng Golkar Untuk OSO

, 13 FEBRUARI 2018 , 17:33:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00