Hanura

RUU Pesantren Akan Ciptakan Generasi Cerdas Dan Bermoral

Politik  SABTU, 13 JANUARI 2018 , 02:38:00 WIB | LAPORAN: UJANG SUNDA

RUU Pesantren Akan Ciptakan Generasi Cerdas Dan Bermoral

Foto/Net

RMOL. Fraksi PPP DPR girang menyambut masuknya usulan RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2018. PPP yakin, RUU tersebut nantinya mampu membentengi moral generasi masa depan Indonesia.

"Dengan lahirnya RUU ini, diharapkan generasi ke depan tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki kualitas moral dan spiritual," ujar anggota Fraksi PPP Muhammad Iqbal di gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/1)

Tujuan utama dari RUU ini adalah memperbaiki kualitas lembaga pendidikan keagamaan dan pondok pesantren yang selama ini ada. Lewat RUU ini, PPP ingin Pemerintah lebih peduli lagi dengan pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan lain.

Menurut Iqbal pondok pesantren sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Selama ini, pondok pesantren juga sudah banyak melahirkan tokoh-tokoh penting bagi kemajuan bangsa ini. Sayangnya, hingga kini, belum ada regulasi yang memerhatikan keberlangsungannya. Pemerintah seakan-akan belum hadir untuk perkembangan dan kemajuan pendidikan keagamaan yang ada di Indonesia.

"Oleh sebab itu, penting kiranya RUU ini dimaknai sebagai hadirnya negara terhadap keberlangsungan pesantren yang jumlahnya sudah mencapai ratusan ribu di Indonesia," terangnya.

Dalam kesempatan berbeda, Anggota Baleg DPR Bachtiar Aly memastikan penyusunan RUU ini, pihaknya akan mengedepankan pelestarian kekhasan atau keistimewaan kurikulum pendidikan pesantren.

"RUU ini jangan sampai melakukan upaya fatal menyeragamkan. Jadi, kekhasan dari pesantren itu dari sejarah, kyai-nya dan sebagainya, dengan kitab-kitab yang dipelajari di sana itu jangan dihapus," ucap guru besar komunikasi yang kini berlabuh di Partai Nasdem itu.

Bachtiar juga memastikan, RUU yang sedang dibahas itu akan memerhatikan asas kemanfaatannya. Baleg akan menyusun dengan rapi, sehingga RUU ini tidak tumpang tindih dengan UU Pendidikan yang sudah ada.

"Yang penting adalah kemanfaatannya, jangan sampai tumpang tindih. Independensi dan kemandirian pesantren yang sudah jalan, mestinya jangan sampai diintervensi," ucapnya.

Dalam penyusunan ini, Baleg akan melibatkan para pakar yang sudah bergelut dalam dunia pesantren. Suara-suara dari para kiai dan santri juga akan didengar. Sebab, tujuan utama RUU ini adalah memperkokoh pesantren agar bisa tumbuh dan berkembang.

"Agar pesantren lebih berkontribusi lagi untuk bangsa dan negara ini. Lebih daripada itu, dengan semangat kebangsaan kita indentitas dari pesantren itu tidak tercabik-cabik. Jadi, saya setuju biarlah pesantren itu tumbuh berkembang, tapi diatur untuk memperkokoh," tutup Bachtiar. [nes]

Komentar Pembaca
Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

, 16 JULI 2018 , 15:00:00

Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

, 16 JULI 2018 , 13:00:00

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

, 11 JULI 2018 , 19:24:00

Rizal Ramli Dukung Penghapusan PT

Rizal Ramli Dukung Penghapusan PT

, 09 JULI 2018 , 17:10:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00