OSO Borong Ikan Asap Di Pasar Tradisional Higienis Ternate

MPR RI  KAMIS, 28 DESEMBER 2017 , 01:50:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

OSO Borong Ikan Asap Di Pasar Tradisional Higienis Ternate

Oesman Sapta/Net

RMOL. Salah salah agenda Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang dalam kunjungan kerjanya ke Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, adalah mengunjungi pasar tradisional higienis "Bahari Berkesan", salah satu pasar kota semi moderen di Ternate.

Tiba di pasar itu sekitar pukul 09.30 WIT, OSO yang didampingi Walikota Ternate Burhan Abdurahman langsung menyita perhatian para pedagang dan pengunjung pasar.

Begitu memasuki pasar, OSO mampir di kios ikan asap milik Ibu Nursan Saban. Terjadi dialog singkat. "Ikan ini sudah masak?" tanya OSO. "Kalau mau dimasak lagi dengan bumbu bawang merah, cabai, tomat dll," jawab Bu Nursan. "Berapa harganya?" kembali OSO bertanya, yang dijawab oleh Bu Nursan, "Rp 35 ribu per kilo." OSO pun langsung memborong 10 kilogram.

Mengetahui OSO membeli di kios Bu Nursan, pedagang ikan yang sama setengah berteriak, "Bapak juga harus beli di tempat saya, biar adil," ujar Bu Tina, juga pedagang ikan asap. Lalu dengan bijaksana OSO bergeser ke kios Bu Tina dan membeli 10 kg lagi. Supaya adil, OSO juga membeli ikan yang sama dari pedagang lainnya.

Terus menyusuri kios pedagang ikan kering, OSO mampir di kios ikan teri milik H. Ade. Setelah mencicipi langsung ikan teri, OSO lalu membeli 2 kg Rp 75,000 per kg. Selanjutnya OSO juga membeli 10 ikat kayu manis Rp 10.000 dari kios Bu Fatimah dan membeli 2 kg ikan teri Ngapi-ngapi Rp 150.000.

Keluar dari kios ikan kering, OSO beralih ke kios pedangan daging. Di sini OSO mendapat penjelasan dari Ibrahim, salah seorang pedagang daging. Bahwa setiap harinya kebutuhan daging di Kota Ternate sebanyak Rp 840 kg. Saat ini harga daging per kilo-nya Rp 110.000.

"Apa bisa diturunkan lagi harga daging," tanya sekaligus harapan dari OSO. Soal harga daging, menurut Ibrahim, tergantung dari ketersediaan sapi potong, yang berasal dari luar daerah.

Setelah sempat menjenguk kios sayur mayur, OSO mengakhiri kunjungannya di pasar higienis ini. "Ternyata harga pangan di Ternate ini tidak  berbeda jauh dengan harga di Jakarta," begitu komentar OSO. Itu artinya, menurut Oesman Sapta, pengendalian harga di sini cukup bagus.

Hal yang menarik, menurut OSO, tentang pengembangan pasar ini. Pasar ini dulunya pasar tenda yang terarah, kemudian berkembang menjadi pasar tradisional semi modern. Hanya saja OSO berharap soal kebersihan harus diperhatikan.

"Saya lihat soal kebersihan agak kurang," ujar OSO yang juga menjabat Ketua DPD RI ini. [rus]

Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

, 19 JANUARI 2018 , 21:00:00

Sri Mulyani Bikin Indonesia Rugi Ratusan Triliun
Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

, 18 JANUARI 2018 , 16:05:00

Desak Bamsoet Mundur

Desak Bamsoet Mundur

, 18 JANUARI 2018 , 21:29:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00