Kekuatan Asing dan Aseng Hantui Indonesia

Suara Publik  SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 16:23:00 WIB

Kekuatan Asing dan Aseng Hantui Indonesia

Bastian P. Simanjuntak/Net

KAMI menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk tidak mudah di dipecah belah oleh pihak-pihak yang tidak kita bersatu. Kebangkitan kelompok Islam dan kelompok nasionalis pribumi merupakan momentum harus kita jaga bersama, jangan sampai momentum yang sudah baik ini dihancurkan oleh pihak-pihak yang ingin menguasai Indonesia.

Islam dipecah belah, dibenturkan dengan Islam, pribumi dipecah belah lagi dan juga dibenturkan dengan sesama pribumi, politik pecah belah akan selalu digunakan oleh bangsa lain agar kita terbagi menjadi kelompok-kelompok kecil sehingga kita lemah dan mudah dikalahkan.

Kekuatan asing dan Aseng bisa masuk melalui kelompok mana saja baik itu organisasi kemasyarakatan maupun organisasi keagamaan. Mereka akan terus menerus menebarkan permusuhan antar sesama anak bangsa, provokasi, isu, sehingga pada akhirnya kita akan saling curiga satu sama lain. Jika sudah demikian bangsa kita akan sulit untuk bersatu.  Kita harus waspada akan hal itu agar kita tidak dijadikan alat pecah belah maupun adu domba tanpa kita sadari.

Untuk membedakan yang mana provokator yang mana bukan kita bisa menganalisa  lewat apa dampak jika kita terprovokasi oleh ajakan seseorang atau kelompok. Apakah ajakan itu untuk mempersatukan atau malah untuk mencerai-beraikan? Kita harus belajar dari sikap para ulama besar, dalam peristiwa aksi 212  para ulama memberikan contoh yang baik yaitu sikap teguh untuk tidak terprovokasi meskipun para pendemo ditembaki gas air mata oleh aparat kepolisian.

Itu tandanya para ulama mengerti akan keberadaan pihak-pihak yang menginginkan pertikaian antar sesama anak bangsa, para ulama  tidak ingin bangsa Indonesia  terpecah belah dan masuk dalam perangkap adu domba.

Kita juga bisa melihat contoh perangkap adu domba dan pecah belah yang pernah terjadi pada peristiwa 98 dimana masyarakat diajak oleh sekelompok orang yang tidak dikenal untuk melakukan penjarahan, bahkan dimunculkan sikap saling benci antara mahasiswa dengan PAM Swakarsa yang pada akhirnya terjadi kerusuhan besar yang mengakibatkan Undang Undang Dasar 45 kita diamandemen ditambah lepasnya Timor Timur dari pangkuan Ibu Pertiwi.

Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi apalagi jika sudah saling membenci antar sesama kelompok Islam. Jangan hanya karena satu orang pada akhirnya kita bertikai antar sesama anak bangsa. Mari kita kuatkan kembali tekad kita dan mengenali musuh kita yang sebenarnya. Siapa yang berkepentingan di lingkaran elit sana untuk terus menciptakan polemik antar masyarakat.

Yang pasti koruptor masih tetap merajalela dan ada antek-antek asing aseng yang terus berupaya memperlemah negara kita dan membiarkan Indonesia dimasuki oleh Neo imperialisme dan neokolonialisme asing.

Hegemoni asing dan Aseng tengah berlangsung dan mereka tidak ingin kelompok Islam dan kelompok nasionalis pribumi bersatu karena jikalau kita bersatu maka "moncong senjata"  kita akan mengarah mereka yaitu para penjajah gaya baru dan para komprador nya. [***]

Bastian P. Simanjuntak
(Presiden Gerakan Pribumi Indonesia)


Komentar Pembaca
Darmin Nasution Ngeles Terus!

Darmin Nasution Ngeles Terus!

, 12 DESEMBER 2017 , 19:00:00

Istri Panglima Hadi Bukan Tionghoa

Istri Panglima Hadi Bukan Tionghoa

, 12 DESEMBER 2017 , 15:00:00

Nekat Terobos Busway

Nekat Terobos Busway

, 10 DESEMBER 2017 , 00:42:00

Membaca <i>Moeslim Choice</i>

Membaca Moeslim Choice

, 10 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Aktivis Komtak Dukung Palestina

Aktivis Komtak Dukung Palestina

, 10 DESEMBER 2017 , 11:15:00