Hanura

Prestasi Atlet di Olimpiade Momentum Emas Kebangkitan Olahraga Indonesia

Kemenpora  SELASA, 24 OKTOBER 2017 , 02:58:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

Prestasi Atlet di Olimpiade Momentum Emas Kebangkitan Olahraga Indonesia

Foto: Istimewa

RMOL. Prestasi atlet bulu tangkis meraih emas Olimpiade dan reformasi sepakbola menjadi momentum emas kebangkitan olahraga Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menpora dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema "Pemberdayaan dan Keberpihakan untuk Mengatasi Ketimpangan” di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Senin (23/10).

"Salah satu prestasi tertinggi dunia olahraga Indonesia terjadi ketika Tantoei Ahmad/Liliyana Natsir merebut medali emas di Olimpiade 2016. Itu mengakhiri puasa emas yang sudah berlangsung delapan tahun,” tambahnya.

Capaian tersebut, kata dia, hanya bisa tercapai lewat masa persiapan yang efektif di tengah-tengah berbagai kejuaraan bulutangkis lainnya. Selain itu, sambungnya, sejak awal Kemenpora juga sudah menjanjikan hadiah Rp5 miliar bagi perebut emas.

"Itu sebagai bentuk apresiasi atas prestasi tertinggi,” katanya.

Pemberian hadiah itu didasarkan pada Perpres 44 tahun 2014 dan juga pemberian penghargaan olahraga dan Permenpora 1684 tahun 2015 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga.

Selain Olimpiade, Reformasi sepak bola, menurut Menpora, adalah salah satu prestasi yang dilakukan Kemenpora di tahun pertama. Diawali dengan penyusunan blue print tata kelola sepak bola Indonesia. Dimana dalam blue print itu, kata dia, dipetakan langkah-langkah strategis yang harus dilakukan Indonesia dalam 25 tahun ke depan.

"Jika ingin berbicara di kancah internasional, harus ada dibuat seperti apa langkah strategis yang harus dilakukan Indonesia dalam 25 tahun ke depan,” katanya.

Seiring dengan itu, menurut Menpora, diambil langkah tegas pada PSSI dan klub-klub yang membandel dalam urusan tata kelola. Seperti, sambung dia, tidak memiliki NPWP atau legalitas hukum yang jelas.

"Memang ketegasan Kemenpora itu sempat membuat banyak stakeholder yang kaget dan kemudian gaduh, terutama ketika FIFA memberikan sanksi pembekuan. Hanya saja, dengan paksaan itulah, klub-klub mulai berubah dan memperhatikan aspek hukum yang biasanya diabaikan,” ujarnya.

Buah dari pembekuan itu, menurut Menpora, adalah pergantian di struktur PSSI dengan banyak wajah baru yang mengisi. Selain itu, sambung dia, kompetisi teratas yaitu Liga 1 juga semakin professional dan dilirik banyak sponsor.

"PSSI juga mulai menggulirkan wacana pembinaan usia dini yang semula diabaikan oleh pengurus-pengurus generasi sebelumnya,” katanya.

Kemenpora juga menggunakan momentum capaian tertinggi di dunia olahraga tanah air itu untuk kembali menggelorakan prestasi olahraga di masyarakat. Yakni, dengan melakukan pawai dan membawa para atlet berprestasi ke Istana Negara.

"Ini memang terdengar kecil, tapi Kemenpora berharap prestasi mereka bisa menjadi aspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dan pada akhirnya, ini akan menjadi inspirasi dan memicu generasi-generasi muda untuk menjadi berolahraga dan di kemudian hari menjadi atlet,” pungkasnya. [sam]

Komentar Pembaca
Jokowi Berupaya Mengunci Mitra Koalisi
Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

, 20 JULI 2018 , 13:00:00

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Salam Komando Demokrat-PDIP

Salam Komando Demokrat-PDIP

, 14 JULI 2018 , 03:59:00

Kunjungan Khofifah-Emil

Kunjungan Khofifah-Emil

, 13 JULI 2018 , 01:26:00