Verified

Wasekjen PKB: Daripada Reklamasi Mending Bikin Hunian Vertikal

Nusantara  JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 10:54:00 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Wasekjen PKB: Daripada Reklamasi Mending Bikin Hunian Vertikal

Foto/Net

RMOL. Menjelang pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada 16 Oktober 2017 munculk harapan baru bagi masyarakat ibukota.

Isu reklamasi semakin santer terdengar jelang pelantikan pasangan Anies-Asandi yang menjanjikan reklamasi harus dihentikan.

"Dilantiknya gubernur DKI yang baru kami harap dapat membawa angin baru juga dalam pembahasan reklamasi pantai utara Jakarta," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKB Dita Sari kepada redaksi, Jumat (13/10).

Proyek reklamasi yang sebelumnya dihentikan sementara oleh mantan Menko Kemaritiman Rial Ramli kini kembali dilanjutkan oleh pendahulunya Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Dita mengatakan alasan kepadatan penduduk Jakarta yang menjadi dasar pelaksanaan reklamasi adalah tidak masuk akal.

"Argumentasi bahwa reklamasi adalah vital untuk Jakarta yang sudah terlalu padat tidak bisa kami terima. Karena dibandingkan kepadatan di kota Paris (400 jiwa/ha) dan Copenhagen (600 jiwa/ha), Jakarta relatif masih lumayan yaitu 150 jiwa/ha," jelasnya.

Kalaupun Jakarta sudah susah memberikan hunian bagi penduduknya, menurutnya lebih baik pemerintah membangun hunian vertikal dari pada mendorong reklamasi.

"Mengapa malah mlipir ke laut pantura untuk menambah lahan? kan bisa kasih hunian vertikal saja," tukas Dita. [rus]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
100%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00