Verified

Enam Fraksi DPR Plus DPD Setuju Amendemen Kelima UUD

MPR RI  RABU, 11 OKTOBER 2017 , 13:44:00 WIB | LAPORAN: LILIS VARWATI

Enam Fraksi DPR Plus DPD Setuju Amendemen Kelima UUD

Zulkifli Hasan/Net

RMOL. Ketua MPR RI Zulkifi Hasan menyebut enam fraksi di DPR dan kelompok di DPD telah menyetujui dilakukan amendemen kembali (amendemen kelima) terhadap UUD 1945.

"Sudah setuju enam, tambah satu DPD," kata Zulkifli saat menjadi pembicara dalam Sosilisasi Empat Pilar MPR di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/10).

Meski begitu, Zulkifli tidak menyebut enam fraksi yang dimaksudnya. Dia hanya tegaskan bahwa upaya amendemen masih terus dilakukan tetapi terjadi perkembangan yang stagnan.

Menurutnya, belum ada kesepakatan dalam menentukan format, isi, simulasi dan mekanisme UUD 1945. Hal itu yang menyebabkan lambatnya pembahasan.

"Haluan negaranya seperti apa. Apa isinya. Itu yang belum ketemu sampai sekarang," jelas Zulkifli.

Ketua Umum PAN itu menjelaskan, secara garis besar, materi utama terhadap amendemen tersebut merupakan memasukan kembali haluan negara atau pada masa Orde Baru disebut Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

PAN sebagai partai pendukung pemerintah, lanjut Zulkifli, juga tidak bisa memaksa atau mendesak fraksi lain untuk menyetujui amandemen.

"Karena dalam demokrasi seperti sekarang, semua partai punya pilihan sendiri-sendiri. Sistem demokrasi juga menganut suara terbanyak. Saya sedikit jumlahnya. Sementara semua bergantung suara terbanyak. Jadi ya mau gimana," pungkas Zulkifli. [rus]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
100%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00