Verified

Generasi Milenial Pelajari Pancasila Dari Keteladanan Pemimpin

MPR RI  SELASA, 10 OKTOBER 2017 , 19:03:00 WIB

RMOL. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid berpesan agar generasi milenial yang berada pada arus perkembangan zaman maka dalam kondisi apapun harus memiliki nilai bertanggung jawab dan sejalan dengan penerapan nilai Pancasila.

Di tengah kondisi dan situasi bangsa saat ini, di mana Pancasila mengalami banyak terpaan yakni banyak yang tidak memahami sejarah dan Pancasila atau ada yang berusaha mengaburkan Pancasila.

Hal itu disampaikan Hidayat dalam dialog MPR Rumah Kebangsaan dengan tema 'Revitalisasi dan Reaktualisasi Pancasila di Komplek Parlemen, Jakarta (Selasa, 10/10).

"Pancasila harus hadir apa adanya sesuai dengan yang dirumuskan oleh para founding fathers dan mother," katanya.

Hidayat mengatakan, saat ini kita berada pada penjajahan gaya baru dimana saling mencaci, dan saling fitnah. Ada upaya untuk memisahkan dari NKRI dan ada pula gerakan separatis yang bisa mengoyak NKRI. Menurutnya, kita memiliki masalah di bidang ekonomi, agama, politik yang punya kepentingan mengadu domba.

"Seharusnya kita menyadari bahwa perbedaan yang dimiliki itu sebagai kekayaan bangsa, bukan sebagai rintangan bangsa," ujarnya.

Untuk merumuskan sesuatu masalah, Pancasila memiliki sila keempat dimana musyawarah dan mufakat menjadi kata kunci semua permasalahan. Antara pemerintah dan DPR, ketika ingin membuat undang-undang masih mengandalkan musyawarah, juga ketentuan baru dalam undang-undang pada pemilihan presiden dipilih secara langsung itu juga melalui mekanisme musyawarah hingga keluar nama calon presiden.

"Prinsip undang-undang adalah dicapai dengan cara musyawarah mufakat," beber Hidayat.

Untuk pelaksanaan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia maka kondisi pemerataan ekonomi yang masih timpang itu menghadirkan negara untuk merealisasikan keadilan sosial.

"Pancasila sebagai pandangan hidup bagi generasi milenial sebenarnya penerapannya mudah dan tidak rumit. Hanya ada lima sila dengan memakai bahasa Indonesia," kata Hidayat.

Bila membandingkan kondisi dulu dan sekarang maka di masa lalu Pancasila dipelajari lewat indoktrinasi. Dan saat ini, lebih represif dengan sosialisasi.

"Sosialisasi lebih natural untuk melaksanakan Pancasila dengan aman dan nyaman," ujar Hidayat.

Selain itu, untuk mewujudkan reaktualisasi dan revitalisasi Pancasila maka Pancasila harus dibela.

"Kita memiliki pegangan hidup sangat kuat yang sudah dilakukan para founding father dan mother yakni Pancasila. Dan kita harus mempelajari Pancasila dari keteladanan para pemimpin," demikian Hidayat. [wah/***]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00