Verified

Hujan Di Musim Tanam Tidak Ganggu Swasembada Beras

Kementerian Pertanian  MINGGU, 08 OKTOBER 2017 , 08:17:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Hujan Di Musim Tanam Tidak Ganggu Swasembada Beras

Suwandi

RMOL. Kementerian Pertanian optimis mampu menjaga swasembada beras secara berkelanjutan karena akan segera memasuki musim tanam kembali pada Oktober 2017-Maret 2018 (Okmar). Apalagi, di sejumlah daerah sudah mulai turun hujan.

"Berdasarkan laporan dari sejumlah daerah, sekarang sudah memasuki musim hujan. Artinya, petani siap menyemai benih dan mengolah tanah untuk tanam padi pada musim Okmar ini," ujar Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan Suwandi, di Jakarta, Minggu (8/10).

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah provinsi mulai memasuki musim hujan pada Oktober-November. Misalnya, di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Jambi, Lampung, Jawa Barat, DIY, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTB, Maluku, Maluku Utara, semua wilayah Sulawesi, Papua Barat dan Papua. BMKG pun memprediksikan, sebagian besar wilayah daratan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir pada hari ini.

Bahkan pada Oktober ini, di Cilacap, Pangandaran dan Ciamis curah hujan tinggi sehingga terjadi banjir. Di bulan September pun telah terjadi di Solok Selatan, Sumatera Barat dan Landak, Kalimantan Barat.

Kementan, kata Suwandi, menargetkan luas tanam padi pada musim Okmar lebih tinggi lagi dibanding periode sama tahun sebelumnya.

"Sentra padi utama antara lain di Provinsi Jatim, Jabar, Jateng, Sulsel, Lampung, Sumsel, Sumut, dan lainnya," jelasnya.

Luas lahan tanam pada musim Okmar 2016-2017 mencapai 9,35 juta hektare. Luas tersebut, sebesar 596 ribu hektare atau 6,8 persen lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya yang cuma 8,76 juta hektare.

"Selanjutnya, berdasarkan data luas tanam padi Okmar 2016-2017 dan April-September (Asep) 2017 surplus lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kami yakin produksi padi 2017 jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya dan mampu menjaga swasembada secara berkelanjutan tidak perlu impor beras," jelas Suwandi.

Pelaksana Tugas Kabiro Humas dan Informasi Publik Kementan itu menambahkan, hingga kini stok beras di Bulog sebanyak 1,52 juta ton. Sehingga, stok aman untuk memenuhi kebutuhan hingga tujuh bulan ke depan. Sementara nanti Februari hingga April akan panen raya padi, sehingga penyerapan gabah akan meningkat.

Kementan diketahui tidak mengeluarkan rekomendasi impor beras sejak Januari 2016 hingga sekarang. Ketersediaan beras jauh di atas kebutuhan nasional. Kekeringan dan serangan hama yang mengganggu produksi jauh di bawah batas toleransi sebesar 5 persen dari luas areal tanam. [wah]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00