Verified

Pemilu Jerman, Angela Merkel Hanya Suguhkan Sedikit Kejutan

Dunia  SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 , 10:30:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemilu Jerman, Angela Merkel Hanya Suguhkan Sedikit Kejutan

Angela Merkel/Net

RMOL. Kanselir Jerman Angela Merkel diperkirakan bakal memegang posisi ini keempat kalinya dalam pemilihan umum di Jerman, kemarin. Kemenangan dapat tantangan ini menyusul kebijakan imigrasinya.

 Pemungutan suara dimulai pada pukul 0600 GMT atau pukul 13.00 WIB, dan akan disusul den­gan hasil penghitungan pada pu­kul 16.00 GMT atau 23.00 WIB. Sekitar 60 juta warga Jerman mendatangi TPS untuk memilih anggota parlemen (Bundestag).

Usai pemilu, personel Bundestag yang terpilih akan memilih kanselir Jerman untuk periode pemerintahan selanjutnya.

Setidaknya ada enam partai dominan pada pemilu nasional Jerman 2017. Antara lain, koalisi Uni Kristen Demokrat (CDU) dan CSU (Christian Social Union in Bavaria) dengan Angela Merkel sebagai ujung tombak.

Social Democratic Party (SPD) mengusung calon kanse­lir Martin Schulz. Partai The Left yang mengusung Dietmar Bartsch dan Sahra Wagenknecht. Sedangkan

Koalisi Partai Alliance 90 - Partai The Greens memboyong calon kanselir Cem Ozdemir dan Katrin Goring-Eckardt. Se­mentara Free Democratic Party mengusung Christian Lindner dalam pemilu kali ini.

Kubu yang naik daun, sayap kanan Partai Alternative for Ger­many (AfD) yang mengusung Alexander Gauland dan Alice Weidel sebagai calon kanselir.

Sedikit kemungkinan akan terjadi kejutan, mengingat Merkel memimpin perolehan suara secara mutlak dalam jajak pendapat terakhir. Poling Ipsos/ Reuters mencatat dukungan kepada Merkel masih berada di angka 64 persen. Meninggal­kan pesaingnya Schulz dengan peolehan 21 persen dukungan. Kendati demikian, Merkel akan menghadapi tantangan dari kelompok sayap kanan populis yang diprediksi mampu mendapatkan cukup banyak suara untuk masuk ke parlemen. Seja­rah mencatat, hal itu merupakan kali pertama terjadi semenjak berakhirnya perang Jerman.

Manfaatkan Fobia Islam

Sedangkan Gauland adalah gambaran politisi Eropa yang terutama memanfaatkan fobia Islam untuk menjaring suara. Gauland (76) yang saat ini wakil ketua AfD menggalang kampa­nye dengan isu-isu anti-imigran, anti-islam dan anti Eropa.

Gauland sebelumnya adalah anggota CDU yang sekarang dinakhodai Merkel. Tidak heran, dia sekarang mengeritik setiap ke­bijakan kanselir Jerman itu. Teru­tama politik pengungsi Merkel.

AfD naik daun setelah muncul krisis pengungsi dua tahun lalu. Hal itu diduga terjadi karena dorongan kemarahan publik atas masuknya satu juta migran dan pengungsi, utamanya dari Suriah yang dilanda perang, juga Irak dan Afghanistan. Kondisi itu berlangsung sejak tahun 2015.

"Masuknya AfD ke Bundestag menandai langkah maju," kata Joerg Forbrig dari lembaga the German Marshall Fund of the United States.

Bagi dunia Barat, kemenangan Merkel yang keempat akan men­jadi bantuan bagi dunia yang sedang penuh gejolak. Merkel dianggap mampu tampil sebagai kekuatan penyeimbang yang tenang, khususnya terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Vladimir Putin. Juga terhadap sekutu kunci yang hendak mereformasi Uni Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Ma­cron. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00