Verified

Komisi I DPR Belum Mau Ambil Pusing Dengan Pernyataan Panglima TNI

Politik  MINGGU, 24 SEPTEMBER 2017 , 00:04:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Komisi I DPR Belum Mau Ambil Pusing Dengan Pernyataan Panglima TNI

Gatot Nurmantyo/net

RMOL. Anggota Komisi I DPR RI Sukamta belum ingin menanggapi pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo soal 5000 senjata ilegal yang masuk ke Indoensia.

"Nanti saja kalau sudah jelas maksud Panglima, sekarang saya belum tau maksudnya apa," katanya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (23/9).

Rencananya, lanjut Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, Komisi I DPR akan memanggil Panglima TNI, namun hanya sebatas rapat koordinasi guna membahas anggaran TNI.

"Rakor biasa membahas anggaran," jawabnya singkat.

Mantan Ketua DPW PKS cabang Inggris 2004-2006 itu tak mau terbuka apakah nanti dalam rakor dengan Panglima TNI sekaligus mengklarifikasi terkait pernyataanya. Adapun waktu rakor tersebut kata dia masih menunggu jadwal dari Kementerian Keuangan.

"Menunggu Mentri Keuangan, sedang diatur jadwalnya," ujar Sukamta.

Panglima TNI secara mengejutkan membeberkan bahwa ada satu institusi diluar militer yang mencoba menyelundupkan 5000 senjata ke Indonesia. Pernyataan Gatot itu diutarakan saat dirinya bersilaturahmi dengam mantan petinggi TNI seperti, Menkopolhukam Wiranto, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.

"Tapi yang pasti data kami akurat, ada satu kelompok institusi diluar militer yang membeli 5000 senjata," kata Gatot.[san]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00