Telusuri Sumber Suap Dirjen Hubla, Penyidik KPK Panggil Dua Saksi

Hukum  KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 , 10:43:00 WIB | LAPORAN: LILIS VARWATI

RMOL. Setelah memperpanjang masa dua tahanan tersangka suap yaitu Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono dan Komisaris PT Adhi Guna Keruktama Adiputra Kurniawan, KPK kembali lanjutkan proses penyidikan.

Hari ini, Kamis (14/9), penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua orang saksi untuk tersangka Adiputra.

"Penyidik menjadwalkan dua orang saksi hari ini untuk tersangka APK (Adiputra Kurniawan)," kata Kepala Biro Humas sekeligus Jurubicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Kedua saksi tersebut adalah, bagian administrasi PT Adhiguna Keruktama, Asep Alfan dan Kasubdit Pengerukan dan Reklamasi Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan, Wisnoe Wihandani.

Adiputra merupakan Komisaris PT Adhiguna Keruktama yang memberikan suap kepada Dirjen Hubla Antonius Tonny Boediono. Antonius telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Keduanya terjaring oleh tim KPK dalam operasi tangkap tangan pada 23 Agustus 2017.

Antonius diduga menerima uang suap sebesar Rp 20 miliar. Uang itu diamankan KPK saat melakukan OTT di kediaman Antonius di Mess perwira Dirjen Hubla, Jalan Gunung Sahari, Jakarta.

Sekitar Rp 18,9 miliar uang tersimpan di 33 tas. Uang tersebut terdiri dari beberpaa mata uang. Selain itu, KPK juga menyita beberapa rekening bank berisi saldo Rp 1,174 miliar.

KPK menduga uang tersebut merupakan suap yang diterima Antonius dari Adiputra. Suap tersebut berkaitan dengan proyek pengerjaan pengerukan pelabuhan Tanjung Mas di Semarang.

Sejak kemarin, Rabu (13/9), KPK memperpanjang masa tahanan Antonius dan Adiputra untuk 40 hari ke depan, hingga 22 Oktober 2017. Febri menjelaskan, perpanjangan masa tahanan itu dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan kedua tersangka.

"Tim terus mendalami dan masih membutuhkan keterangan-keterangan dari sejumlah saksi termasuk juga dari tersangka. Kita terus dalami hal-hal seperti sumber dan aliran dana yang terdapat di 33 tas tersebut dan mengonfirmasi juga hasil-hasil penggeledahan sebelumnya," jelas Febri. [rus]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Rizal Ramli Puji Pernikahan Kahiyang Bobby

Rizal Ramli Puji Pernikahan Kahiyang Bobby

, 09 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Syukuri Kemenangan Telak

Syukuri Kemenangan Telak

, 06 NOVEMBER 2017 , 01:32:00

Mendorong Gerobak

Mendorong Gerobak

, 04 NOVEMBER 2017 , 22:09:00

Pukul Bedug

Pukul Bedug

, 06 NOVEMBER 2017 , 00:52:00

Dahnil: Dugaan Kasus Impor Daging Sapi Harus Diusut
Di Pernikahan Kahiyang, Jokowi Terlihat Hedonis Dan Inkonsisten
Jokowi Sulit Menang Di Pilpres 2019

Jokowi Sulit Menang Di Pilpres 2019

Catatan Tengah04 November 2017 06:30

Tanda-tanda Presiden Tumbang Sudah Terang

Tanda-tanda Presiden Tumbang Sudah Terang

Politik06 November 2017 16:23

Siapakah Pengganti Gatot Nurmantyo?

Siapakah Pengganti Gatot Nurmantyo?

Politik06 November 2017 13:50