Menaker Ajak Stake Holder Ubah Basis Pembangunan Dari SDA Ke SDM

Kementerian Ketenagakerjaan  SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 , 17:59:00 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menaker Ajak Stake Holder Ubah Basis Pembangunan Dari SDA Ke SDM

Menaker M. Hanif Dhakiri

RMOL. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengajak stake holder atau pemangku kepentingan di Indonesia untuk mengubah basis pembangunan dari mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) beralih ke pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Saya senang forum ini membahas soal human capital/human resources atau SDM dan semacamnya. Saya ingin mendorong transformasi pembangunan kita dari SDA ke SDM," kata Menaker saat memberikan sambutan di acara Indonesia Career Center Network Summit 2017 di Bogor, Selasa (12/9).

ICCN Summit sendiri merupakan acara tahunan, sekaligus kesempatan bagi para pengelola pusat karir, pemerhati karir/SDM dan pengelola kewirausahawan dalam lingkup perguruan tinggi, konselor karir profesional, trainer pengembangan SDM, dan para peneliti "trace study" untuk saling berbagi informasi, bersilaturahmi dan bekerja sama.

Menurut Menaker, saat ini konsep pembangunan di Indonesia sudah tidak bisa lagi mengandalkan SDA. Pasalnya, SDA itu sangat terbatas dan jika terus dieksploitasi maka akan merusak lingkungan.

"Kalau kita masih mengandalkan SDA efeknya bukan hanya merusak lingkungan namun juga menciptakan ketidakadilan antar generasi. Sudah saatnya kita bergeser. Jangan seperti pola pikir penjajah yang hanya melihat sesuatu dari SDA-nya atau kekayaan alamnya," katanya.

Namun, menurut Menaker, saat ini Indonesia memiliki tantangan yang besar jika ingin menjadikan SDM sebagai dasar pembangunan. Pasalnya, angkatan kerja di Indonesia masih didominasi lulusan berpendidikan rendah.

"Cuma pertanyaannya bahan baku SDM kita seperti apa? Angkatan kerja kita ada 131 juta orang. 60 persem nya lulusan SD-SMP sedangkan sisanya lulusan SMA hingga perguruan tinggi," ujar Hanif.

Untuk itu, guna mendorong angkatan kerja yang 60 persen agar menjadi SDM yang memiliki daya saing maka perlu dilakukan penguatan akses dan mutu pelatihan kerja atau vocational training.

Vocational training jelas Menaker, memiliki empat konsep dasar. Pertama, providernya pemerintah, baik pusat maupun daerah. Kedua, perusahaan dengan keberadaan training center. Ketiga, lembaga pelatihan kerja swasta. Keempat pemagangan berbasis jabatan.

"Kementerian Ketenagakerjaan menjalankan pemagangan berbasis jabatan bekerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (KADIN). Konsep pemagangan ini beda dengan yang lama. Dulu kepala sekolah menitipkan siswanya ke perusahaan. Di sana mereka pada akhirnya hanya disuruh bikin kopi atau foto copi. Bukannya membantu tapi malah mengganggu pekerjaan," kata Hanif.

Di pemagangan berbasis jabatan ini, peserta magang akan didampingi instruktur yang sesuai dengan jabatannya. Misalkan magang di bagian kasir maka instrukturnya kasir, teknisi ya teknisi, ahli ya ahli.

"Jadi tidak asal menempatkan lalu dibiarkan."

Skema vocational training ini, tambah Hanif, terus didorong oleh Pemerintah agar angkatan kerja baik lulusan SD-SMP maupun angkatan kerja baru lulusan SMA-Perguruan Tinggi bisa masuk ke pasar kerja sehingga pembangunan Indonesia bisa mengandalkan SDM yang berdaya saing.

ICCN Summit 2017 dihadiri 230 pengelola pusat karir dari berbagai perguruan tinggi dan pemerhati karir/SDM di Indonesia. Pembicara kunci pada acara ini, Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri dan Mr Ryan Ang Kwok Peow dari National University of Singapore (NUS). Sebelumnya acara dibuka secara resmi oleh Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto. [wid]



Komentar Pembaca
AM Fatwa Sang Pejuang Sejati

AM Fatwa Sang Pejuang Sejati

, 14 DESEMBER 2017 , 13:00:00

Romo Franz Magnis Suseno - Ibu Theresa (Part 4)
Prabowo Diapit Anies Dan Sudirman

Prabowo Diapit Anies Dan Sudirman

, 13 DESEMBER 2017 , 17:25:00

Mengantar Sang Bintang Rock

Mengantar Sang Bintang Rock

, 11 DESEMBER 2017 , 07:46:00

Mukernas Kosgoro

Mukernas Kosgoro

, 12 DESEMBER 2017 , 18:29:00