Rita Widyasari

Perempuan Nelayan Ngaku Sulit Cari Modal

Gara-gara Perannya Belum Diakui Negara

Bongkar  SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 , 10:17:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Perempuan Nelayan Ngaku Sulit Cari Modal

Foto/Net

RMOL. Peran perempuan nelayan yang menjadi pahlawan pan­gan di negara ini belum diakui. Padahal, puluhan juta jiwa perempuan nelayan banting tulang demi memenuhi kebutuhan pangan.

Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Susan Herawati me­nyampaikan, perempuan nelayan yang tersebar di seluruh wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia terus bekerja menghadirkan panganlaut guna mencerdaskan masyarakat.

"Perempuan nelayan di 10.666 desa pesisir yang tersebar di 300 kabupaten/kota di Indonesia berkontribusi besar me­menuhi kebutuhan protein ikan. Keberadaan mereka sangat strat­egis bagi keberlanjutan generasi bangsa ini," ungkapnya.

Jadi, lanjut Susan, perempuan nelayan adalah pahlawan pangan.Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI), Masnuah. "Perempuan nelayan berkontribusi luar biasa kepada kebutuhan pemenu­han pangan bangsa ini. Beban yang ditanggung pun luar biasa, perempuan nelayan harus bekerja selama 17 jam per hari demi memenuhi kebutuhan keluarga nelayan dan kebutuhan protein bangsa," tuturnya.

Ironinya, ujar Masnuah, peran strategis perempuan nelayan terancam akibat perampasan ruanghidup mereka seperti ekspansi perkebunan sawit di wilayah pesisir Langkat Sumatera Utara; reklamasi di Teluk Jakarta, Bali, Semarang serta Manado, pertambangan pasir besi di Jawa Tengah, ekspansi pariwisata di NTB dan NTT, dan ekspansi konsesi tambang di wilayah pesisir Indonesia Timur.

"Saatnya negara turun tangan menghentikan semua itu," tegas Masnuah. Menurutnya, tak ada pilihan lain bagi pemerintah selain berdiri bersama perempuan nelayan menyelamatkan kedaulatan pangan laut di Indonesia. "Kita harus berdaulat atas pangan laut kita," ucapnya.

Sementara itu, sebanyak 50 perempuan nelayan yang tergabung dalam organisasi Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) berkumpul di Jakarta untuk merumuskan gerakan perempuan nelayan di Indonesia.

Mereka berasal dari Provinsi Aceh sampai Kepulauan Aru, dan menjadi peserta aktif Pertemuan Nasional Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) di Jakarta Pusat.

Salah satu agenda utama per­temuan ini adalah pemilihan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPNI dan dewan presidium nasional. Sekjen PPNI terpilih, Masnuah menyatakan, PPNI merupakan representasi gerakan perempuan nelayan di Indonesia yang diinisiasi sejak 2010.

"Perempuan yang hadir da­lam pertemuan nasional PPNI ini menemukan, permasalahan substansi yang hingga hari ini berdampak besar kepada kami, yaitu terkait pengakuan perem­puan nelayan sebagai subjek hukum dalam kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas ne­layan," ujarnya. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Menhan: Panglima TNI Jangan Gaduh Lagi!

Menhan: Panglima TNI Jangan Gaduh Lagi!

, 26 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

BPJS Berpotensi Defisit Rp 9 Triliun

BPJS Berpotensi Defisit Rp 9 Triliun

, 26 SEPTEMBER 2017 , 15:00:00

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

, 24 SEPTEMBER 2017 , 02:20:00

Kang Emil Di Gunung Padang

Kang Emil Di Gunung Padang

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:04:00

Kontes Domba Berhias

Kontes Domba Berhias

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:46:00