Musyawarah, Energi Positif Menyelesaikan Perbedaan

MPR RI  MINGGU, 10 SEPTEMBER 2017 , 09:53:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Musyawarah, Energi Positif Menyelesaikan Perbedaan

Hermanto/Net

RMOL. Indonesia merupakan negara multi etnik dimana setiap etnik memiliki budaya dan cara pandang yang berbeda dalam menyikapi persoalan berbangsa dan bernegara. Namun demikian, bangsa Indonesia memiliki satu cara dalam menyelesaikan perbedaan-perbedaan tersebut yaitu dengan melakukan musyawarah.

Demikian diungkapkan Anggota Fraksi PKS MPR RI Hermanto di hadapan peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR, di Aula Hotel Bukik Gadang, Muaro Sijunjung, Sumatera Barat, Sabtu (9/9). Hadir sebagai peserta, anggota DPRD Kabupaten Sijunjung, mahasiswa, walinagari, tokoh masyarakat dan petani.

"Musyawarah sebagai upaya untuk mufakat merupakan energi positif untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan," ucap Hermanto.

Musyawarah, lanjutnya, merupakan tempat dituangkannya berbagai pandangan dan pemikiran yang mendalam sebagai upaya intelektualitas untuk melahirkan gagasan mendasar menuju tercapainya solusi yang disepakati bersama.

"Produk kebijakan yang dihasilkan dari musyawarah mufakat menjadi dasar untuk menggerakkan anak bangsa dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan moderen," paparnya.

"Setiap musyawarah yang menghasilkan mufakat akan semakin memperkokoh NKRI," tambahnya.

Lebih jauh Hermanto menjelaskan, musyawarah merupakan perilaku dan budaya masyarakat Indonesia yang telah hidup dan berkembang sejak dahulu.

"Karena itu, para pendiri bangsa Indonesia yang tergabung dalam Panitia Sembilan memandang penting untuk merumuskan dan memasukan nilai-nilai musyawarah ke dalam Pancasila," tuturnya.

Mereka akhirnya bersepakat menempatkan nilai-nilai musyawarah pada sila keempat Pancasila yang berbunyi: 'kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanan dalam permusyawaratan/perwakilan'.

"Klausul sila keempat Pancasila tersebut adalah saripati dari nilai-nilai musyawarah yang telah hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat sejak lama, jauh sebelum NKRI ini terbentuk," pungkas Hermanto, Legislator dari Dapil Sumbar I. [rus]

Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

, 19 JANUARI 2018 , 21:00:00

Sri Mulyani Bikin Indonesia Rugi Ratusan Triliun
Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

, 18 JANUARI 2018 , 16:05:00

Desak Bamsoet Mundur

Desak Bamsoet Mundur

, 18 JANUARI 2018 , 21:29:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00