Rita Widyasari

NTT Siap Ekspor Bawang Merah Organik Ke Timor Leste

Kementerian Pertanian  JUM'AT, 08 SEPTEMBER 2017 , 11:51:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

RMOL. Kementerian Pertanian terus memaksimalkan potensi pertanian di daerah perbatasan. Seperti di Nusa Tenggara Timur melalui Program Upaya Khusus (UPSUS) Padi Jagung Kedelai (Pajale), Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab), dan Penguatan Lumbung Pangan Perbatasan Berorientasi Ekspor (PLBE).

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Ani Andayani menerangkan, pihaknya sedang berupaya menggenjot produksi bawang merah di NTT guna kebutuhan ekspor ke Timor Leste. Setelah sukses meningkatkan luas tambah tanam padi (LTT) dan luas tambah tanam jagung (LTJ) periode Oktober 2016-Maret 2017 yang masih lanjut untuk menuju swasembada.

Daerah di NTT yang menjadi lokasi penanaman bawang merah yakni Kabupaten Malaka dan Belu. Di Malaka telah dilakukan panen raya tepatnya di Desa Fafoe. Kemudian, bawang merah jenis tuk-tuk di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu pada Kamis kemarin (7/9) dilakukan panen perdana. Hasil panen tersebut atas pendampingan teknologi dan inovasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT dengan rerata produksi hasil ubinan mencapai 13,28 ton per hektare.

"Menurut direktur STO Ditjen Hortikultura, bawang merah di Malaka yang dikunjunginya beberapa hari lalu itu berkualitas sangat baik dan layak ekspor selain bernas, warna cerah merona serta dibudidayakan secara organik. Produksi bawang merah di Malaka dan Belu belum menggunakan pupuk anorganik," jelas Ani yang juga penanggung jawab program UPSUS wilayah NTT dalam keterangannya, Jumat (8/9).

Ani menyebutkan sekitar 200 ton bawang merah hasil panen raya para petani di Kabupaten Malaka, sejak pekan pertama Agustus rencananya bakal diekspor sebagian ke Timor Leste. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa NTT yang selama ini dikenali identik dengan kering dan hanya ada tanaman jagung, sekarang dengan terobosan program UPSUS Kementan bisa ditanami komoditas lain secara baik, termasuk bawang merah dan bahkan bunga krisan.

"Sudah mulai banyak sawah beririgasi terhampar dalam kawasan. Bahkan ada yang satu kawasan bertaut sampai 4.000 hektare yaitu di Lembor, Kabupaten Manggarai Barat," ujarnya.

Ani menambahkan, capaian tersebut membuktikan bahwa NTT juga bisa menghasilkan komoditas bernilai tambah melalui sentuhan program yang pro petani. sekaligus menjadi etalase bagi negara tetangga.

PLBE sendiri diprogramkan di Kabupaten Belu, Malaka, Kupang, dan Timor Tengah Utara. Bawang merah organik jenis tuk-tuk menjadi salah satu komoditas yang banyak ditanam di kabupaten perbatasan mengingat banyak pula ditemukan di Pasar Taebesi Timor Leste karena diminati masyarakat setempat.

"Bawang putih juga ke depan pada saatnya akan mungkin ditumbuhkan di NTT. Mendukung ketersediaannya untuk berkontribusi menuju swasembada bawang putih nasional di 2019," tandas Ani. [wah]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00