Rita Widyasari

Sayang, Komposisi Delegasi Indonesia Tak Sensitif Gender

Dipuji Komite Pekerja Migran PBB

Bongkar  JUM'AT, 08 SEPTEMBER 2017 , 10:03:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sayang, Komposisi Delegasi Indonesia Tak Sensitif Gender

Foto/Net

RMOL. Untuk pertama kalinya, pemerintah Indonesia memper­tanggungjawabkan kewajiban internasionalnya dalam mengimplementasikan substansi dari Konvensi Hak-hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya yang telah diratifikasi sejak tahun 2012.

 Dihadapan Komite Pekerja Migran PBB di Jenewa, Swiss pada Selasa (5/9) lalu, pemerintah Indonesia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan komite. Manajer Program Human Rights Working Group (HRWG), Daniel Awigra mengatakan, pihaknya bersama kalan­gan aktivis buruh migran lainnya mengapresiasi delegasi pemer­intah Indonesia yang dipimpin Michael Tene dalam pertemuan dengan Komite Pekerja Migran PBB.

"HRWG mendorong pemerin­tah Indonesia untuk memandang proses ini sebagai langkah awal memperbaiki situasi pekerja migran di Indonesia, setelah melakukan ratifikasi," katanya.

Sidang di Jenewa tersebut merupakan proses dialog yang mengarahkan pada upaya per­baikan dengan adanya rekomen­dasi (Concluding Observation) yang akan dihasilkan dari proses sidang tersebut. Selain men­girimkan laporan alternatifnya bersama masyarakat sipil yang lain, HRWG juga membuat briefing paper yang diteruskan ke Komite.

"Komite mengapresiasi masu­kan masyarakat sipil Indonesia yang sangat detail dengan re­komendasi yang bernas menuju perbaikan penegakan HAM pekerja migran Indonesia," ujar Daniel.

Senior Advisor HRWG, Yuyun Wahyuningrum menam­bahkan, dalam sidang kemarin, komite memberikan pertanyaan seputar pembatasan peran agen rekrutmen swasta, bagaimana menyelamatkan pekerja migran dari ancaman hukuman mati, efektivitas MoU bilateral, akses terhadap bantuan hukum, pen­didikan anak yang bekerja di sektor perkebunan, dan harmonisasi konvensi terhadap kebi­jakan nasional.

"Semua anggota komite mengomentari jumlah delegasi Pemerintah RI yang datang ke sesi 27 Committee on Migrant Workers (CMW). Namun de­mikian, mereka menyayangkan ketimpangan gender dalam komposisi, mengingat mayoritas pekerja migran Indonesia adalah perempuan," sebutnya.

Menurut Yuyun, yang dibu­tuhkan pemerintah Indonesia saat ini adalah terus mendorong berbagai pihak untuk meman­faatkan forum Komite Pekerja Migran PBB menjadi momen­tum perbaikan perlindungan dan tata kelola persoalan pekerja migran sejalan dengan substansi konvensi.

"Rekomendasi yang dihasil­kan ini harus menjadi jangkar, minimal bagaimana kebijakan pekerja migran di Indonesia diarahkan," katanya.

Selain itu, pemerintah har­us membuat langkah-langkah konkret bagaimana rekomen­dasi tersebut dilaksanakan se­cara terukur dan terarah, serta mencatat substansi diskusi di dalam sidang sebagai acuan yang nantinya dirumuskan di Tanah Air.

Sebelumnya, pelapor untuk Indonesia dari Komite Pekerja Migran PBB, Can Unver, se­cara khusus memberikan pujian terhadap kemitraan pemerintah Indonesia dengan kalangan masyarakat sipil/LSM.

Beberapa isu yang dibahas pe­merintah Indonesia dan Komite Pekerja Migran PBB antara lain kemitraan pemerintah dengan masyarakat sipil, pemanfaatan remitansi, peran Indonesia da­lam kerja sama Bali Process dan Colombo Process, sistem jami­nan sosial bagi pekerja migran serta perlindungan bagi TKI di negara-negara yang menganut sistem kafalah. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Menhan: Panglima TNI Jangan Gaduh Lagi!

Menhan: Panglima TNI Jangan Gaduh Lagi!

, 26 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

BPJS Berpotensi Defisit Rp 9 Triliun

BPJS Berpotensi Defisit Rp 9 Triliun

, 26 SEPTEMBER 2017 , 15:00:00

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

, 24 SEPTEMBER 2017 , 02:20:00

Kang Emil Di Gunung Padang

Kang Emil Di Gunung Padang

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:04:00

Kontes Domba Berhias

Kontes Domba Berhias

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:46:00