Rita Widyasari

Cegah Ujaran Kebencian Jangan Hanya Jelang Musim Pilkada Saja

Bisa Jadi Genosida

Bongkar  RABU, 30 AGUSTUS 2017 , 09:34:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Cegah Ujaran Kebencian Jangan Hanya Jelang Musim Pilkada Saja

Foto/Net

RMOL. Dukungan terhadap pengusutan kasus pabrikasi jasa ujaran kebencian terus berdatangan. Usut tuntas.

Sebelumnya, kepolisian telah meringkus tiga tersangka terkait kasus sindikat Saracen yang menyebarkan ujaran ke­bencian atau hate-speech dan SARA. Saracen merupakan kelompok yang diduga melaku­kan penyebaran ujaran keben­cian di media sosial dengan membuat propaganda di media sosial melalui meme-meme ber­muatan kebencian dan SARA. Kemudian meme-meme tersebut disebar ke grup-grup baru yang dibuat oleh para tersangka.

Ketua SETARA Institute, Hendardi menyebutkan, pengungkapan sindikat penyedia jasa konten kebencian Saracen oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri mengafirmasi bahwa meningkatnya turbulensi kebencian atas sesama dalam dinamika sosial politik setahun terakhir ini adalah by design.

Menurutnya, situasi sosial yang rentan, kelompok intoleran yang eksis dan berpengaruh, hasrat berkuasa dengan meng­gunakan segala cara, membuat kelompok Saracen mendapatkan ceruk pasar yang luas.

"Pekerjaan kelompok Saracen merupakan kejahatan serius karena implikasi yang ditimbul­kan dari konten kebencian ada­lah ketegangan sosial, konflik, diskriminasi, xenophobia dan kekerasan. Bahkan pertemuan kelompok ini dengan para avon­turir politik yang berkeliaran di republik ini, jika dibiarkan, bisa mengarah pada genosida," katanya.

Keberhasilan Direktorat Siber, sebuah direktorat baru yang dibentuk pada Maret 2017, diharapkan dapat berkontribusi mengurangi dan terus mencegah konten-konten kebencian di masa depan.

Hendardi menegaskan, pence­gahan konten kebencian bukan hanya untuk mendukung pelak­sanaan agenda-agenda politik elektoral pada musim Pilkada 2018 dan Pilpres 2019, tetapi yang utama ditujukan untuk pencegahan kebencian, diskriminasi dan kekerasan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebutkan kelompok Saracen yang menyebarkan hoax di dunia maya sangat mengerikan dan harus segera diungkap sampai ke akar-akarnya oleh pihak kepolisian.

"Individu saja sangat merusak kalau informasinya itu tidak benar, bohong apalagi fitnah. Apalagi yang terorganisasi ini mengerikan sekali. Kalau dibiar­kan mengerikan," katanya.

Jokowi menambahkan, semua negara saat ini tengah meng­hadapi beredarnya informasi palsu atau hoax karena era ket­erbukaan di media sosial. Untuk itu, pihak kepolisian harus siap mengatasi masalah hoax ini.

"Saya sudah perintahkan ke­pada Kapolri diusut tuntas, bukan hanya Saracen saja, tapi siapa yang pesan. Siapa yang bayar. Harus diusut tuntas," imbuhnya.

Presiden mengajak masyarakat untuk selalu menggunakan media sosial untuk hal positif, menyampaikan optimisme, me­nyampaikan kabar baik, seka­ligus menjaga kesantunan dan kesopanan. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Menhan: Panglima TNI Jangan Gaduh Lagi!

Menhan: Panglima TNI Jangan Gaduh Lagi!

, 26 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

BPJS Berpotensi Defisit Rp 9 Triliun

BPJS Berpotensi Defisit Rp 9 Triliun

, 26 SEPTEMBER 2017 , 15:00:00

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

, 24 SEPTEMBER 2017 , 02:20:00

Kang Emil Di Gunung Padang

Kang Emil Di Gunung Padang

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:04:00

Kontes Domba Berhias

Kontes Domba Berhias

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:46:00