Rita Widyasari

Menpora Imam: Paskibraka Adalah Role Model Revolusi Mental

Kemenpora  RABU, 23 AGUSTUS 2017 , 19:35:00 WIB | LAPORAN: IHSAN DALIMUNTHE

Menpora Imam: Paskibraka Adalah Role Model Revolusi Mental

Bersama Paskibraka/RMOL

RMOL. Menpora Imam Nahrawi menjadi Inspektur Upacara dalam Apel Kebangsaan Purna Paskibraka 2017 di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON), Jakarta, Rabu (23/8).

Hadir dalam Apel Kebangsaan tersebut Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri yang juga Purna Paskibraka Indonesia Angkatan 1962. Apel Kebangsaan ini merupakan puncak berkumpulnya Paskibraka setelah menjalankan tugas pada peringatan HUT RI baik ditingkat nasional maupun daerah.

Imam mengatakan baru kali dalam sejarah, Purna Paskibraka dan Paskibraka berkumpul dari provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka menguatkan rasa kebangsaan dan mengikrarkan anti radikalisme, anti narkoba dan anti terorisme.

"Hal itu bertanda bahwa Paskibraka betul-betul menjadi generasi revolusi mental yang siap menjadi contoh dan panutan di tengah-tengah masyarakat dan pelajar. Lebih dari itu, bendera Merah Putih selamanya harus di kawal dan di junjung tinggi agar jangan sampai siapa pun mengganggu bendera Merah Putih. Karena itu, Apel Kebangsaan ini sangat penting bagi kita semua," ucap Imam.

Imam nembahkan Paskibraka adalah miniatur persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dimana Anggota Paskibraka mewakili provinsi dan kabupaten/kota masing-masing.

"Paskibraka merupakan model kaderisasi revolusi mental pemuda yang  seratus persen adalah Indonesia, seratus persen Pancasila, seratus persen Bhineka Tunggal Ika, seratus persen berintegritas, seratus persen anti narkoba, seratus persen anti radikalisme dan seratus persen anti terorisme," tegas Imam.

Menurut Imam Paskibraka bukanlah sekedar pasukan pembawa  kain merah dan putih tapi lebih dari itu, anggota Paskibraka adalah penjaga martabat dan kehormatan sebuah bangsa bernama Indonesia. Anggota Paskibra adalah orang-orang pilihan yang diberi mandat untuk menjaga pusaka-pusaka dan bendera merah putih.

Imam menceritakan, pada tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00 WIB, Bung Karno membacakan Teks Proklamasi. "ebelum Teks Proklamasi dibacakan terlebih dahulu digelar prosesi pengibaran bendera pusaka sang saka merah putih. Bendera tersebut dijahit sendiri oleh tangan istri Bung Karno Ibu Fatmawati dengan sepenuh hati dan cinta. Pada saat itu, Bung Karno meminta yang mengibarkan sang saka merah putih adalah para pemuda-pemudi perwakilan dari penjuru Indonesia.

"Karena Bung Karno tahu hanya kepada para pemudalah merah putih dapat dititipkan untuk selama-lamanya," kata Imam.

Berkaitan dengan hal tersebut, Imam menyampaikan bahwa lambang negara merupakan harga diri dan identitas bangsa. Karena itu, bendera Merah Putih sampai kapanpun akan terpatri dan tidak akan pernah rela Sang Saka Merah Putih dilecehkan termasuk dibalik warnanya oleh siapapun.

Di akhir acara dilakukan penyematan PIN kepada anggota Paskibraka yang mulai saat ini sudah menjadi Purna Paskibraka 2017. Penyematan tersebut dilakukan oleh Menpora Imam Nahrawi kepada perwakilan anggota Paskibraka yaitu Lurah  Paskibraka Nasional 2017 Rahmad Hersa dari Kalimantan Barat dan Dienaar Rarasati Widyaningrum dari Jawa Tengah.[san]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00