Rita Widyasari

Pengadaan BBM Ditenderkan Kerdilkan Pertamina

Ekbis  RABU, 16 AGUSTUS 2017 , 13:06:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Pengadaan BBM Ditenderkan Kerdilkan Pertamina

Ilustrasi/Net

RMOL. Pemerintah berencana menenderkan pengadaan dan distribusi BBM penugasan keseluruh Indonesia.

Pengamat energi dari Rumah Amanah Rakyat, Ferdinand Hutahaean menilai, rencana ini bentuk kebijakan sesat yang membahayakan keamanan pasokan BBM nasional.

"Ini juga membahayakan pejabat yang bertanggung jawab dalam pengadaan tersebut terutama dari kalangan pejabat Pertamina," kata Ferdinand.

Ketentuan yang menyebutkan harga flat dalam satu tahun ini, kata Ferdinand, akan sangat beresiko dan mengancam dipidanakannya kelak pihak yang bertanggung jawab dalam pengadaan BBM tersebut.

Dilanjutkannya, jika pengadaan dan distribusi ditenderkan dan dimenangkan oleh perusahaan lain selain Pertamina, maka ini akan menjadi ancaman keamanan pasokan.

"Karena selama ini Pertamina lah satu-satunya perusahaan yang mampu mengamankan suplay BBM secara nasional. Apakah pemerintah ingin keamanan pasokan BBM terganggu? Saya pikir hal ini harus dikaji betul oleh pemerintah. Jangan ugal-ugalan bikin kebijakan," tegasnya.

Selain itu, tender tersebut adalah upaya pengerdilan Pertamina sebagai BUMN yang selama ini bertanggung jawab atas pasokan dan cadangan BBM.[wid]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
100%

Komentar Pembaca
Zulhas: Jangan Semua Urusan Presiden!

Zulhas: Jangan Semua Urusan Presiden!

, 20 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

, 20 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Optimalisasi Penerimaan Dana Bagi Hasil

Optimalisasi Penerimaan Dana Bagi Hasil

, 19 SEPTEMBER 2017 , 02:25:00

Pengungsi Kebakaran

Pengungsi Kebakaran

, 19 SEPTEMBER 2017 , 03:31:00

Pansus Akan Laporkan Hasil Kerja Ke Jokowi

Pansus Akan Laporkan Hasil Kerja Ke Jokowi

, 19 SEPTEMBER 2017 , 05:02:00