Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

Kelirumologi Menteri Susi, Penyesatan Yang Harus Diakhiri

Suara Publik  SELASA, 08 AGUSTUS 2017 , 20:33:00 WIB

Kelirumologi Menteri Susi, Penyesatan Yang Harus Diakhiri

Susi Pudjiastuti/Net

JUDUL diatas saya beri tanda garis bawah. Khusus judul "Kelirumologi" saya kutif dari H.J. Nugroho melalui akun twitternya @mitraref1, ia mengatakan bahwa "saya menyadari betapa besar sebuah kharisma. Karenanya dengan KPK RI pun saya hanya selalu mengajak untuk mengkritisi kelirumologi di KKP RI".
 
Istilah H.J. Nugroho ini memang sedang menjangkiti kementerian. Terutama pengelolaan sumberdaya laut dibawah Susi Pudjiastuti selama menjadi menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Kebijakan-kebijakan yang sangat paradoks membuat nelayan tercekik.
 
Peraturan Menteri selalu bertolak belakang dengan aspirasi nelayan sehingga menimbulkan goncangan sosial yang dahsyat. Kalau goncangan sosial ini tidak diantisipasi, bisa jadi ke depan bom konflik bakal merebak di mana-mana. Pemerintah akan kewalahan mencari solusinya, lebih baik mulai dari sekarang, Susi Pudjiastuti di-reshuffle dan dibatalkan seluruh produk peraturan menteri yang dibuatnya.
 
Selama ini, Susi Pudjiastuti sangat keliru dalam membuat peraturan menteri. Hal ini dilakukannya karena banyak masukan ke telinganya dari berbagai LSM asing seperti WWF sehingga peraturan yang Susi Pudjiastuti bikin, tidak jauh dari kepentingan asing juga.
 
Masukan-masukan yang diberikan mulai dari alat-alat tangkap nelayan yang merusak lingkungan, kapal-kapal nelayan yang dianggap overfishing, hingga promosi program alat tangkap gilnet yang mematikan itu.
 
Anehnya, alat tangkap gilnet yang dipromosikan sebagai program unggulan selain berantas illegal fishing, justru dilarang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahkan alat tangkap tersebut disebut sebagai "dinding kematian" bagi mamalia laut. Inilah KELIRUMOLOGI Susi Pudjiastuti dalam memahami apa yang menjadi aspirasi nelayan. Karena kebanyakan nelayan menolak alat tangkap gilnet yang dipromosikan itu.
 
Begitu juga, proyek-proyek mangkrak yang dibangun sejak menjadi menteri sangat banyak, mulai dari pengadaan kapal bantuan inka mina dan mina maritim, skandal impor garam, anggaran pembiayaan satgas 115, hingga skandal mesin ketinting bantuan nelayan Sulawesi Selatan yang dikorup uangnya. Lengkap KELIRUMOLOGI Susi Pudjiastuti sedang menjadi menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
 
Dengan demikian, seluruh piranti program yang ia populerkan penuh dengan pencitraan dan bernuansa korup serta gagal total.
 
Hampir seluruh daerah di Indonesia mengeluh atas berbagai peraturan menteri yang dibuatnya. Sebab, peraturan-peraturan itu dibuat tanpa ada skema yang jelas. Kalau di tingkat nelayan terjadi dinamika, maka peraturan menteri tersebut seenaknya merevisinya.
 
Faktanya, untuk pertahankan egoismenya, seolah kebijakannya benar-benar keinginan rakyat, maka posisi Susi Pudjiastuti selalu benar di depan media yang ia bayar. Bicara dengan awak media bombastik seperti bohongnya tentang kenaikan ikan, tidak mengakui sebagai pemberi rekomendasi skandal garam, kongkalikong impor garam agar bisa terbitkan permen baru sehingga keluar dari skandal impor garam, tingkat masyarakat makan ikan, nilai tukar nelayan dan kebohongan lainnya.
 
Gembar-gembor media karena memang dibayar, Susi Pudjiastuti cara jalan pakai sepatunya saja diberitakan, atau surfing di laut Gorontalo sambil minum-minuman ringan. Media-media seperti ini sangat tidak mendidik, bahkan media seperti ini juga membodohi nelayan dan menyakitkan hati rakyat.
 
Bahkan, ada media yang sengaja mem-framming berita Ketua Umum HNSI Pusat pendukung Susi Pudjiastuti hanya untuk mendelegitimasi nelayan dengan justifikasi alat tangkapnya merusak lingkungan. Berita seperti ini akan ada hikmahnya, doa nelayan tak akan pernah berbatas, tak ada dinding pemisah dengan Tuhannya.
 
Ada banyak media bumper Susi Pudjiastuti yang dibayar untuk mencitrakan program yang salah urus, program gagal bahkan ikut membentengi Susi Pudjiastuti dari kasus Disclaimers keuangannya. Padahal gagal total, tentu sudah jelas "Kelirumologi" ini akan berantai, mulai dari kelirunya media pendukung, hingga kelirunya rakyat yang membacanya.
 
Belum lagi, kasus proyek mesin ketinting di nelayan Sulawesi Selatan meraup keuntungan dari korupsi bernilai ratusan miliar rupiah. Berapa banyak mesin ketinting yang disumbang dengan potongan harga per-mesin 500-1.000.000 rupiah?
 
Dalam investigasi saya di pesisir Makassar, Bone, Pangkep, Maros, Bulukumba, Palopo, Gowa dan Bantaeng, selama bulan Juni, Juli, dan Agustus, bahwa mesin ketinting itu sala satu program unggulan KKP wilayah Makassar, yang merupakan bagian dari kasus bancakan uang negara. Ada puluhan bahkan ratusan miliar rupiah uang negara dikorup dalam mata anggaran proyek ketinting ini.
 
Namun, demi uang melimpah seluruh pendukung Susi Pudjiastuti mulai dari eksekutif yang di untungkan bisnisnya, legislatif bungkam karena diberikan ijin kapal, mahasiswa yang minta-minta proyek direkrut, dosen yang mencari simpati dan rela bohongi rakyat, hingga manajemen perusahaan pesawat SusiAir terlibat dalam program mencitrakan Susi Pudjiastuti. Semua ini karena uang dan proyek meroyek.
 
Sudah saatnya rakyat menilai objektifitas dari kebijakan, apakah selama ini Susi Pudjiastuti bermanfaat atau tidak untuk rakyat? [***]

Rusdianto Samawa
(Ketua Umum Front Nelayan Indonesia-FNI) 

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
100%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Ridwan Kamil Lirik Bima Arya

Ridwan Kamil Lirik Bima Arya

, 22 AGUSTUS 2017 , 13:00:00

Korban Penyiksaan Novel Baswedan Mengadu Ke DPR
Kostrad Didik Bela Negara Mahasiswa Uniga

Kostrad Didik Bela Negara Mahasiswa Uniga

, 21 AGUSTUS 2017 , 22:39:00

Bantuan Pangan BNI

Bantuan Pangan BNI

, 20 AGUSTUS 2017 , 02:40:00

Lomba Dayung Kemerdekaan

Lomba Dayung Kemerdekaan

, 20 AGUSTUS 2017 , 17:25:00