Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

DPD: Politisi Tak Jaga Lidah, Negara Bahaya

DPD RI  SENIN, 07 AGUSTUS 2017 , 17:23:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

DPD: Politisi Tak Jaga Lidah, Negara Bahaya

Fahira Idris/Net

RMOL. Elit-elit partai politik harus menumbuhkan pengertian kepada pendukungnya agar tidak merusak hubungan antarmasyarakat yang berbeda pandangan dengan cara-cara kekerasan.

Begitu dikatakan Senator Jakarta Fahira Idris dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Senin (7/8).

"Jika politisi tidak bisa jaga lidahnya, negara bisa bahaya karena sikap dan pernyataan seorang politisi apalagi posisinya sebagai elite partai sangat berpotensi memantik konflik antarmasyarakat," sambungnya.

Pernyataan ini diberikan Fahira menanggapi, kontroversi pidato Ketua Fraksi yang juga Ketua DPP Partai Nasdem Victor Luiskodat yang menuduh empat partai politik berada di belakang kelompok ekstremis dan gerakan khilafah yang ingin mengganti NKRI.

"Politisi itu mengajarkan pendukung bahwa konflik harus didialogkan agar jadi kompromi dan membuat perbedaan menjadi sikap saling menghormati. Bukan malah sebaliknya,” jelasnya.

Fahira menjelaskan, apa yang disampaikan Victor di hadapan masyarakat bukan hanya bertentangan dengan prinsip dasar dan fungsi kehadiran parpol, tetapi juga menunjukkan dirinya belum sepenuhnya memahami arti hadirnya seorang politisi di tengah-tengah masyarakat.

"Ini (fungsi parpol sebagai pengelola konflik) adalah hal yang mendasar dalam proses pengkaderan di partai politik. Kalau yang mendasar saja tidak bisa diimplementasikan, bagaimana mau menjalankan fungsi-fungsi parpol lain yang lebih berat dan besar lagi,” demikian Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III DPD ini.

Sebagai informasi, saat ini, baik keempat partai politik (PKS, PAN, Gerindra dan Demokrat) maupun organisasi binaanya sudah melaporkan Viktor Laiskodat ke pihak kepolisian atas pidatonya untuk diproses secara hukum.

"Saya mendukung persoalan ini diselesaikan secara beradab lewat jalur hukum dan tentunya juga harus diproses di MKD. Saya juga mengharapkan baik PKS, PAN, Gerindra dan Demokrat menghimbau massanya terutama yang ada di akar rumput untuk tidak terprovokasi atas pidato yang tidak bertanggungjawab ini. Tunjukkan bahwa parpol benar-banar mampu mengelola konflik dengan cara-cara yang beradab,” pungkas Fahira. [sam]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Bendera RI Dilecehkan, Dubes Rusdi Diam Saja?
OTT Di PN Jaksel

OTT Di PN Jaksel

, 21 AGUSTUS 2017 , 15:00:00

Kostrad Didik Bela Negara Mahasiswa Uniga

Kostrad Didik Bela Negara Mahasiswa Uniga

, 21 AGUSTUS 2017 , 22:39:00

Bantuan Pangan BNI

Bantuan Pangan BNI

, 20 AGUSTUS 2017 , 02:40:00

Lomba Dayung Kemerdekaan

Lomba Dayung Kemerdekaan

, 20 AGUSTUS 2017 , 17:25:00