Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Peningkatan PDB Koperasi Mendapat Apresiasi

Kemenkop dan UKM  MINGGU, 16 JULI 2017 , 11:59:00 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Peningkatan PDB Koperasi Mendapat Apresiasi
RMOL. Produk Domestik Bruto (PDB) koperasi pada 2013 hanya 1,7 persen. Namun, pada 2016, terjadi kenaikan PDB koperasi menjadi 3,99 persen.
Rektor Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) Burhanuddin Abdullah dan Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Agung Sudjatmoko menilai positif pertumbuhan PDB koperasi itu. Lonjakan tersebut menunjukkan ada pertumbuhan dalam aktivitas koperasi.

"Kenaikan PDB koperasi tersebut cukup tinggi. Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dan gerakan koperasi memberikan dampak terhadap pertumbuhan PDB koperasi," kata Burhanuddin, di sela Kongres Koperasi III, di Makassar, kemarin (Jumat, 14/7) .

Mantan Menko Perekonomian itu menilai Reformasi Koperasi yang digulirkan Kementerian Koperasi dan UKM  mendorong perkembangan koperasi secara berkualitas di tanah air. Reformasi Koperasi dinilai memberikan dorongan insentif bagi koperasi yang dikelola secara baik dan memberi sanksi bagi koperasi yang dikelola tidak baik.

"Saya sependapat dengan Menteri Koperasi dan UKM selalu menekankan pada kualitas koperasi, bukan lagi target jumlah koperasi  yang hendak dikejar tapi tapi anggota yang mendapat manfaat harus sebanyak-banyaknya," tegas Burhanuddin yang juga menjabat Gubernur Bank Indonesia periode 2003- 2008.

Menurutnya, Reformasi Koperasi perlu terus dijalankan sebab melakukan perubahan di dalam tubuh koperasi tidak mudah dan butuh waktu lama. Setelah ada penataan kelembagaan, barulah melakukan lompatan terhadap pengembangan koperasi mulai dari peningkatan SDM koperasi yang terdidik, penggunaan IT dan pengelolaan koperasi secara professional.

Burhanuddin mengatakan, koperasi sebagai soko guru perekonomian harus tetap dipertahankan. Untuk itu, gerakan koperasi melakukan langkah-langkah reformasi dan modernisasi di tubuhnya sendiri.

Di tempat yang sama, Agung Sudjatmoko menyatakan, sebagai orang koperasi sangat senang dengan capaian PDB koperasi 3,99 persen. Capaian ini dinilainya sebagai lompatan karena PDB Indonesia jauh tertinggal dibanding negara-negara ASEAN.

"Saya senang ada lompatan pertumbuhan PDB koperasi. Dibandingkan negara ASEAN lainnya, Indonesia memang masih tertinggal, tapi ini suatu capaian yang kami apresiasi. Ini menunjukkan ada kenaikan dari sisi volume usaha dan keanggotan," kata Agung.

Menurutnya, kinerja koperasi Indonesia ke depan masih dapat ditingkatkan untuk memberi kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.  Kinerja yang baik hanya dapat diraih jika pengelolaan koperasi dilakukan secara professional layaknya sebuah institusi bisnis. Koperasi harus bisa melakukan diversifikasi layanan, menerapkan manajemen koperasi secara modern, menerapkan IT dan meningkatkan kualitas SDM, serta membangun jejaring.

"Kunci untuk mencapai itu adalah pendidikan dan pelatihan pengelola dan pengurus koperasi. Pengelola dan pengurus harus mengetahui dan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, sedangkan anggota menyadari penuh hak dan kewajibannya," jelasnya.

Agung menekankan, keberhasilan koperasi ke depan tergantung pada koperasi itu sendiri. Koperasi tidak bisa lagi mengandalkan pemerintah karena sudah masuk dalam dunia kompetisi. [ald]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%
Djarot Membangkang Pada Ahok

Djarot Membangkang Pada Ahok

, 25 JULI 2017 , 23:00:00

Koalisi SBY-Prabowo Untuk 2019

Koalisi SBY-Prabowo Untuk 2019

, 25 JULI 2017 , 17:00:00

Konpres Sesudah Bertemu Habibie

Konpres Sesudah Bertemu Habibie

, 25 JULI 2017 , 00:52:00

Hari Anak Di Waduk

Hari Anak Di Waduk

, 24 JULI 2017 , 03:56:00

Bemo Roda Empat

Bemo Roda Empat

, 24 JULI 2017 , 20:10:00