Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Demo Sopir Tangki BBM Sangat Rawan Ditunggangi

Kasihan, Rakyat Bakal Susah Di Hari Lebaran

Bongkar  KAMIS, 22 JUNI 2017 , 10:26:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Demo Sopir Tangki BBM Sangat Rawan Ditunggangi

Foto/Net

RMOL. Pemerintah diminta bersikap tegas terhadap berbagai pihak yang mengganggu arus mudik lebaran.
Ekonom INDEF Drajad Wibowo menyayangkan ren­cana aksi mogok sopir truk tanki bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, menjelang dan setelah Idul Fitri, arus mudik dan lalu lintas barang dan orang meningkat tajam, dan semuanya membutuhkan energi.

"Kalau pasokan BBM sebagai sumber energi terganggu, lalu lintas barang dan orang juga akan mengalami gangguan yang luar biasa," katanya.

Drajad mengingatkan, dampak mogok sangat tergantung jumlah pendemo. Jika dilaku­kan hanya beberapa orang, maka dampaknya tidak besar. Namun kalau dalam jumlah banyak, tentu dampaknya sangat luar biasa, bahkan bisa lebih parah dari kasus Brexit tahun lalu. "Tetapi saya percaya, Pertamina dan aparat tidak akan tinggal diam," kata Drajad.

Terpisah, pengamat politik senior Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit menilai, ancaman sopir truk tanki BBM tersebut bermua­tan politis. Pasalnya, hal itu di­lakukan menjelang Lebaran, yang memang menjadi momen penting dimana puluhan juta masyarakat melakukan mudik.

"Banyak pihak memanfaat­kan isu ini untuk kepentingan sendiri. Tidak hanya DPR tetapi juga LSM," kata Arbi Sanit.

Menurut Arbi, dipakainya isu mogok kerja sopir truk tanki memang sangat seksi dan mudah dimanfaatkan untuk kepentingan politis. Pasalnya isu tersebut bisa dipersepsikan merugikan sekel­ompok masyarakat kelas bawah.

"Jadi isu apapun akan dipakai, sepanjang merupakan isu-isu yang populer. Di antaranya terkait rencana mogok kerja sopir truk tanki pengangkut bahan bakar minyak (BBM)," kata Arbi.

Penggunaan berbagai isu terse­but, lanjut Arbi, tak lepas dari kondisi negeri ini sekarang yang saling menunggangi. DPR misalnya, mencari popularitas dengan men­cari-cari kesalahan pemerintah.

Begitu pula pemerintah, melalui fraksinya di DPR juga men­coba mempengaruhi wakil rakyat. Bahkan, LSM pun seperti tak mau ketinggalan ikut-ikutan meman­faatkan isu tersebut. "LSM kan sama saja penyakitnya. Mereka mencari popularitas," kata Arbi.

Arbi pun menyayangkan hal ini. Pasalnya, rakyat juga yang menjadi korban atas rencana mogok kerja sopir truk tanki BBM tersebut. Apalagi saat yang dipakai adalah Lebaran, ketika puluhan juta warga melakukan mudik bersama keluarga.

"Kasihan sebenarnya rakyat. Mereka menjadi korban atas rencana tersebut yang notabene sudah ditunggangi kepentingan politik," ujar Arbi.

Marketing Branch Manager Pertamina Area DIY-Surakarta, Dodi Prasetyo mengaku belum mendapatkan arahan apapun dari Pertamina pusat. "Belum ada informasi kalau (akan) ada [sopir] mogok. Malah kalau dilihat dari perhubungan Jateng, itu hoax," ujar Dodi saat dikonfirmasi mela­lui sambungan telepon. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
PAN Tidak Diundang Ke Istana

PAN Tidak Diundang Ke Istana

, 24 JULI 2017 , 23:00:00

Pemerintah Jangan Cuma Protes Konflik Al-Aqsa
Buka Bhayangkara Cup

Buka Bhayangkara Cup

, 23 JULI 2017 , 17:49:00

Resmikan Kantor Cabang

Resmikan Kantor Cabang

, 23 JULI 2017 , 21:05:00

Hari Anak Di Waduk

Hari Anak Di Waduk

, 24 JULI 2017 , 03:56:00