Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

Andy Nurvita, Hakim Karir Yang Menggugat Mahkamah Agung

Hukum  SENIN, 19 JUNI 2017 , 23:16:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Andy Nurvita, Hakim Karir Yang Menggugat Mahkamah Agung

Andy Nurvita/Net

RMOL. Hakim Pengadilan Negeri Bantul Raden Roro Andy Nurvita kembali mendatangi Komisi Yudisial, terkait hukuman disiplin berat yang dijatuhi Badan Pengawas Mahkamah Agung karena dituding menjadi mafia peradilan.

"Saya datang ke KY untuk melaporkan Mahkamah Agung Cq. Badan Pengawas MA karena telah melakukan tindakan merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat saya sebagai hakim. Dengan cara menjatuhkan hukuman disiplin berat atas perbuatan mafia peradilan yang tidak pernah saya lakukan, tidak pernah saya dilaporkan melakukan perbuatan itu, diperiksa oleh bawas atas perkara tersebut," jelas Andy Nurvita didampingi kuasa hukum Rudi Purba di Gedung KY, Jalan Kramat, Jakarta (Senin, 19/6).

Andy Nurvita secara tiba-tiba mendapat laporan indisipliner oleh ketua PN Bantul sehingga diperiksa soal itu oleh Bawas MA. Dia dianggap masuk kerja seenaknya dan tidak pernah bersidang. Dalam laporan yang telah diperiksa oleh Bawas MA, Andy Nurvita mengaku bisa menunjukkan surat dan dokumen yang bisa membuktikan bahwa tuduhan kepadanya tidaklah benar. Tetapi, diakuinya, bukti-bukti yang diserahkan ke Bawas Pengadilan Tinggi Yogyakarta memberi keleluasaan, karena menerima surat keterangan sakit dan alasan secara otentik.

Singkatnya, Andy Nurvita merasa dikejutkan adanya surat dari MA bahwa dirinya dinyatakan bersalah dengan tuduhan menjalankan praktik mafia peradilan dengan hukuman menjadi hakim non palu selama delapan bulan.

Dia dengan adanya kasus seperti itu, DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undangan-Undang Jabatan Hakim. Dengan demikian peristiwa buruk seperti yang dialaminya tidak terulang kembali.

"Saya harap ke depannya terjadi perubahan pola pikir dalam sistem birokrasi pemerintahan, bahwa dalam keadaan-keadaan tertentu atasan tidak mutlak selalu benar dan khususnya di lembaga peradilan. Hakim yang berprestasi, yang cerdas, jujur dan profesional jangan dizolimi, melainkan diberikan karir yang baik. Sedangkan hakim yang tidak berprestasi, makelar kasus bukan melejit karirnya, dan ketika dihukum dibantu namun diberhentikan saja," tandas Andy Nurvita. [wah] 

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Bendera RI Dilecehkan, Dubes Rusdi Diam Saja?
OTT Di PN Jaksel

OTT Di PN Jaksel

, 21 AGUSTUS 2017 , 15:00:00

Kostrad Didik Bela Negara Mahasiswa Uniga

Kostrad Didik Bela Negara Mahasiswa Uniga

, 21 AGUSTUS 2017 , 22:39:00

Bantuan Pangan BNI

Bantuan Pangan BNI

, 20 AGUSTUS 2017 , 02:40:00

Lomba Dayung Kemerdekaan

Lomba Dayung Kemerdekaan

, 20 AGUSTUS 2017 , 17:25:00