Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

KPK Fokus Saja Tangkap Otak Korupsi Kasus E-KTP

Digeruduk Massa Lagi

Bongkar  SELASA, 13 JUNI 2017 , 10:38:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

KPK Fokus Saja Tangkap Otak Korupsi Kasus E-KTP

Foto/Net

RMOL. Ratusan massa yang tergabung dalam Komunitas Politik Guntur 49 mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

Mereka mendesak KPK segera menuntaskan pengusutan kasus mega korupsi E-KTP sam­pai pada aktor-aktor besarnya. Koordiantor Aksi Komunitas Politik Guntur 49 Isti Nugroho menyampaikan, aksi ini meru­pakan lanjutan demontrasi yang telah digelar Serikat Perjuangan Rakyat Indinesia (SPRI) pada Kamis (8/6) lalu di KPK.

"Demo ini untuk menuntut di­tuntaskannya kasus mega koru­psi E- KTP yang melibatkan ok­num DPR, pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan partai politik. Ingat, pejabat Kemendagri dan DPR semes­tinya menjadi penegak hukum pemberantasan korupsi.Tetapi justru tiga lembaga ini menjadi institusi yang menjarah proyek E-KTP," cetusnya.

Selain menggelar orasi dan membentangkan spanduk dan poster, para pendemo juga men­desak KPK tidak usah ikut sibuk berpolitik praktis dengan ber­main isu, yang malah tidak mengusut para aktor utama kasus korupsi E-KTP itu.

"Jika KPK tidak mampu me­menjarakan orang-orang kuat di DPR dan Kemendagri, lebih baik Indonesia tidak perlu memiliki lembaga super body seperti KPK ini lagi. Kalau yang ditangkap dan diadili hanya orang-orang di level bawah, tanpa menyentuh aktor intelektual, lebih baik KPK dibubarkan," ujar Isti.

Dalam aksi ini, selain Isti Nugroho, juga ada orasi dari tokoh pergerakan yakni Yoedhi Suyuti dan Bung Kace. Komunitas Politik Guntur 49 menegaskan sikapnya yang peduli dan ingin melihat Indonesia sejahtera, akan terus menggelar aksi-aksi dan memantau kasus mega korupsi E-KTP ini.

Yoedhi menyampaikan, me­nyikapi perilaku oknum pejabat negara, masyarakat yang ter­gabung dalam Komunitas Politik Guntur 49 menuntut KPK agar segera menangkap koruptor E-KTP dan melakukan pence­gahan orang-orang yang terlibat korupsi ke luar negeri.

"KPK harus membawa dan menyeret seluruh oknum ang­gota DPR yang terlibat mega ko­rupsi E-KTP ke Tipikor. Jangan jadikan mereka hanya sebagai saksi," ingatnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, pimpinan DPR segera meny­iapkan surat pemanggilan ter­hadap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Hal tersebut, guna meminta klarifikasi Febri yang dianggap telah mengeluarkan pernyataan yang menyerang keberadaan Panitia Khusus (Pansus) Angket KPK.

"Kalau nanti ada surat kepada pimpinan, tentu akan diteruskan sesuai mekanisme yang ada," ka­ta Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/6)

Politisi Partai Gerindra ini men­jelaskan, seharusnya Jubir KPK tidak boleh berpendapat yang menyerang Pansus Angket lem­baga antirasuah tersebut. "Kalau dia sebagai pengamat, silakan. Namanya saja, jubir. Semestinya menghargai dan menghormati proses politik di DPR," ujar Fadli.

Sebelumnya, Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar mengatakan, rapat perdana Pansus KPK membahas beberapa hal. Di antaranya yakni menyoroti pernyataan Jubir KPK Febri Diansyah yang kerap mengkritisi Pansus Angket KPK. Namun, pansus tidak secara mendalam membahas persoalan tersebut. Karenanya, panitia yang dip­impinnya memilih segera bersurat kepada Pimpinan DPR.  ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Bendera RI Dilecehkan, Dubes Rusdi Diam Saja?
OTT Di PN Jaksel

OTT Di PN Jaksel

, 21 AGUSTUS 2017 , 15:00:00

Kostrad Didik Bela Negara Mahasiswa Uniga

Kostrad Didik Bela Negara Mahasiswa Uniga

, 21 AGUSTUS 2017 , 22:39:00

Bantuan Pangan BNI

Bantuan Pangan BNI

, 20 AGUSTUS 2017 , 02:40:00

Lomba Dayung Kemerdekaan

Lomba Dayung Kemerdekaan

, 20 AGUSTUS 2017 , 17:25:00