Verified

Megawati Diminta Jewer Gubernur Jawa Tengah

Kasus Pabrik Semen Pegunungan Kendeng

Bongkar  SABTU, 10 JUNI 2017 , 08:18:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Megawati Diminta Jewer Gubernur Jawa Tengah

Megawati Sukarnoputri/Net

RMOL. Petani dan aktivis yang tergabung Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) meminta Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri menjewer kadernya, Ganjar Pranowo yang sekarang jadi Gubernur Jawa Tengah.

Ganjardiminta mendengarkan suara penolakan atas pem­bangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Mereka berharap, Megawati bisa melu­luhkan sikap Ganjar Pranowo yang bersikukuh memberikan izin pembangunan pabrik se­men.

Kata aktivis JMPPK, Sukinah dalam sebuah pidato Megawati memberikan pesan agar Ganjar Pranowo menyejahterakan petani Jawa Tengah.

"Mandat tersebut penting se­bagai usaha untuk memajukan provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Namun apa yang telah dikerjakan Ganjar selama tiga setengah tahun masa jabatan­nya?" katanya, kemarin.

Sukinah mengungkapkan, berbagai program terkait per­tanian seakan menjadi dongeng saja di Jawa Tengah. Kartu Tani dan Nelayan yang dulu jadi program Ganjar Pranowo tak dapat dinikmati semua petani. Gerakan desa berdikari yang memikat hati para pemilihnya juga tak jelas di mana.

"Walaupun sempat mendapat penghargaan sebagai provinsi dengan produktivitas padi tinggi, namun kami tak merasakan apa yang dilakukan oleh gubernur Jawa Tengah untuk membantu kami sebagai petani," ujarnya.

Dia menegaskan, justru penghidupan petani terus terancam oleh berbagai bencana yang sering terjadi dan rencana pem­bangunan pabrik semen.

Lahan pertanian yang subur seakan hilang dari pandangan para pembuat rencana pem­bangunan. "Tanah yang telah menghidupi kami sejak leluhur kami digantikan dengan hitung-hitungan keuntungan uang da­lam rencana proyek pemban­gunan pabrik semen. Apakah uang dari pabrik semen itu akan sampai pada anak cucu kami?" keluhnya.

Sukinah mengatakan, dirinya tidak ingin mengalami nasib seperti petani di Gresik dan Tuban, tempat dimana pabrik semen pernah berdiri. Uang hasil pen­jualan tanah untuk pabrik semen hanya bertahan tak lebih dari sepuluh tahun. Setelah itu mereka terpaksa mencari pekerjaan lain karena tak lagi punya tanah.

Aktivis JMPPK, Gunarti, menambahkan, tidak terhi­tung berapa aksi demonstrasi yang telah kami lakukan. Tak kurang dukungan dari berba­gai kelompok diberikan ke­pada pihaknya. Namun semua ini seakan tak berarti karena Gubernur Jawa Tengah lebih memilih untuk menerbitkan ijin lingkungan baru untuk PT Semen Indonesia.

"Tindakan yang patut diper­tanyakan karena dilakukan oleh kader partai yang mengaku sebagai partainya 'wong cilik'," katanya.

Keputusan Gubernur Jawa Tengah menerbitkan izin lingkungan pabrik semen dan tambang di Rembang jelas-jelas mencederai kemenangan dan kepastian hukum warga Rembang.

Petani yang telah menang di Mahkamah Agung, kemudian dihadapkan lagi pada bentuk kesewenangan yang nyata-nyata turut mencederai Pancasila. "Sepantasnya kerja awal Bu Megawati bersama UKPPIP menegakkan dan memastikan Gubernur Jawa Tengah tidak mencederai ideologi Pancasila dengan meminta Ganjar untuk mencabut izin lingkungan PT Semen Indonesia di Rembang," tandasnya. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea
Bahas Wacana Densus Tipikor

Bahas Wacana Densus Tipikor

, 22 OKTOBER 2017 , 00:25:00

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

, 22 OKTOBER 2017 , 01:33:00

Rider Photo Challenge

Rider Photo Challenge

, 22 OKTOBER 2017 , 21:09:00