Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Wiridan Setelah Salat Taraweh

Sulthan Fathoni  SELASA, 30 MEI 2017 , 17:25:00 WIB

<i>Wiridan Setelah Salat Taraweh</i>
SELEPAS salat taraweh dan salat witir, biasanya seorang imam salat taraweh menutupnya dengan wiridan sekaligus doa. Terkhusus wiridan selepas taraweh, di antara yang dilafadkan adalah niat puasa Ramadhan.
Uniknya, seorang imam salat taraweh melafadkan niat puasa ini dengan cara dieja agar ditiru dengan jelas oleh jamaah salat taraweh:

nawaitu shawma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhani
hadzihis sanati lillahi ta'ala

Artinya: saya niat puasa esok hari untuk memenuhi kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta'ala.
 
Wiridan itu melafadkan doa, kalimat thayyibah, istighfar, tahmid dan lainnya. Wiridan dilakukan bersama-sama. Susunan redaksi wiridan biasanya berbeda-beda antara satu masjid atau mushalla dengan masjid atau mushalla lainnya. Karena wiridan dilakukan secara bersama-sama maka suaranya terdengar kompak meski tidak sampai keras dan gaduh. Irama wiridan sangat tergantung kepada imam salat taraweh yang memimpinnya.
 
Pelaksanaan wiridan tidak berlangsung lama. Biasanya tidak lebih dari lima belas menit wiridan sudah diakhiri dengan doa.  Namun di tempat tertentu ada juga komunitas yang terbiasa keasikan melakukan wiridan hingga satu jam atau lebih. Selepas wiridan jamaah salat Taraweh membubarkan diri untuk kemudian bersambung kepada kegiatan ibadah berikutnya, yaitu darusan.
 
Entah  kiai siapa yang pertama kali mengenalkan wiridan ini. Rusdi, lelaki lanjut usia di kampungku mengaku terbantu oleh tradisi wiridan. Ia tidak pernah lupa niat puasa Ramadhan karena selalu diucapkan setelah salat taraweh dalam rangkaian wiridan. Kiai-kiai mentradisikan wiridan ini berlandaskan hadits Nabi Muhammad saw. yang diriwatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, Turmudzi dan Ibn Majah:

"...dan jika ia menyebutku dalam satu perkumpulan maka aku pun ingat padanya dalam satu perkumpulan yang lebih baik dibanding perkumpulan yang mereka selenggarakan."
 
Syaikh Jalaluddin as-Suyuthi menjelaskan bahwa wiridan secara bersama-sama dengan suara yang terdengar kompak itu lebih utama daripada pelan-pelan yang dilakukan sendiri-sendiri. Dengan bersama-sama dan suara yang terlantun kompak dapat memberikan manfaat bagi yang mendengar wiridan tersebut.

Alunan wiridan yang bergemuruh dan kompak dapat membawa pelakunya menghayati atas apa yang ia ucapkan, konsentrasi dan bergairah. Contoh, sekelompok orang yang melakukan wiridan bersama-sama tampak lebih bersemangat dibanding wiridan sendiri-sendiri. Rasa kantuk pun tidak menghampiri.
 
Keutamaan wiridan secara bersama-sama dengan suara yang kompak terdengar paska salat taraweh tersebut tentu lebih utama jika dilakukan dengan baik. Karena itu agar tidak kehilangan keutamaan maka lakukan wiridan itu secara ikhlas tanpa ada rasa pamer. Wiridan juga harus dilakukan dengan suara yang stabil dan kompak, bukan berisik, terdengar gaduh apalagi lengkingan suara yang keras.

Prinsipnya, agar wiridan secara bersama-sama tetap lebih utama hendaknya wiridan tidak mengganggu orang lain yang sedang ibadah bahkan yang sedang tidur sekalipun. Jika wiridan secara bersama-sama dilakukan dengan rasa pamer dan bahkan ada orang lain yang terganggu tentu tak ada lagi keutamaan wiridan secara berjamaah. Selamat berpuasa.

Penulis adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)


Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Labfor Polri Teliti Pil Mirip Ekstasi Di Dalam Mobil Lakalantas Tol Halim
<i>Halal Bi Halal</i>

Halal Bi Halal

JUM'AT, 23 JUNI 2017

<i>Lebaran</i>

Lebaran

SELASA, 20 JUNI 2017

Toleransi Di Malam Takbiran

Toleransi Di Malam Takbiran

SENIN, 19 JUNI 2017

<i>Salat Idul Fitri</i>

Salat Idul Fitri

SENIN, 19 JUNI 2017

<i>Salat Taraweh</i>

Salat Taraweh

SABTU, 17 JUNI 2017

Djarot Membangkang Pada Ahok

Djarot Membangkang Pada Ahok

, 25 JULI 2017 , 23:00:00

Koalisi SBY-Prabowo Untuk 2019

Koalisi SBY-Prabowo Untuk 2019

, 25 JULI 2017 , 17:00:00

Konpres Sesudah Bertemu Habibie

Konpres Sesudah Bertemu Habibie

, 25 JULI 2017 , 00:52:00

Hari Anak Di Waduk

Hari Anak Di Waduk

, 24 JULI 2017 , 03:56:00

Bemo Roda Empat

Bemo Roda Empat

, 24 JULI 2017 , 20:10:00