Verified

Ketua DPD Berharap China Tak Ragu Untuk Berinvestasi Di Indonesia

DPD RI  KAMIS, 18 MEI 2017 , 19:44:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Ketua DPD Berharap China Tak Ragu Untuk Berinvestasi Di Indonesia

OSO

RMOL. Ketua DPD RI, DR. Oesman Sapta Odang, mendukung adanya peningkatan investasi dari negara China ke Indonesia. Adanya investasi tersebut akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan membuka lapangan kerja untuk masyarakat. Dirinya juga berharap agar kerjasama investasi tersebut dapat segera direalisasikan.

Saat menyampaikan keynote speech dalam One Belt One Road Forum For Indonesia, China, And Malaysia di Gedung Danapala Kementerian Keuangan, Kamis (18/5), Oesman Sapta mengharapkan agar China tidak perlu ragu untuk menanamkan investasinya ke Indonesia. Indonesia merupakan negara yang memiliki pasar potensial untuk China.

"Di Asia Tenggara, pasar terbesar adalah Indonesia. Kita tidak perlu khawatir dengan pasar lokal bila investasi di Indonesia. Kita harus membuka pintu selebar-lebarnya untuk investasi semi finishing product," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa bentuk kerja sama perdagangan antara Indonesia dengan China harus dilakukan secara langsung tanpa melibatkan negara lain sebagai pihak ketiga. Karena selama ini kerjasama di bidang ekspor-impor yang dilakukan oleh kedua negara selalu melewati negara lain sebagai pihak ketiga. Oleh karena itu dirinya berpesan agar Indonesia mengutamakan pelayanan yang maksimal terhadap investor. Tujuannya tidak hanya memuaskan negara-negara yang telah berinvestasi, tetapi juga memancing negara lain untuk berinvestasi ke Indonesia.

Oesman Sapta juga memberi catatan terkait kerja sama Indonesia dengan China. Selama ini kerja sama perdagangan Indonesia dengan China masih belum berimbang. Indonesia lebih sering mengimpor barang dari China. Oleh karena itu, Oesman Sapta menyarankan adanya sistem perdagangan yang berimbang antara Indonesia dengan China untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kedua negara tersebut.

"Dalam politik kita boleh beda, tapi dalam ekonomi kita harus membangun satu perimbangan. Perimbangan ekonomi merupakan pendekatan political will yang mampu mendekatkan kedua negara," katanya.

Forum ini digagas sebagai perwujudan konsep jalur maritim dari Presiden Jokowi dan gagasan ‘One Belt One Road’ dari Presiden China, Xi Jinping saat pertemuan di tahun 2015. Terdapat sekitar 1.200 peserta dalam forum ini baik dari Indonesia, China, dan Malaysia. [zul]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Oentoek Padoeka Jang Moelja

Oentoek Padoeka Jang Moelja

, 22 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

, 21 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00