Verified

MPR: Indonesia Belum Aman Dari Potensi Perpecahan

MPR RI  KAMIS, 18 MEI 2017 , 12:25:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

MPR: Indonesia Belum Aman Dari Potensi Perpecahan

Mahyudin/Net

RMOL. Ketua Wakil Ketua MPR Mahyudin sangat khawatir dan merasa miris melihat fenomena yang terjadi akhir-akhir ini. Potensi-potensi perpecahan bangsa muncul kian marak di Indonesia, terutama setelah Pilkada DKI Jakarta 2017.

Malah, potensi itu melebar makin berbahaya dengan tuntutan penggantian ideologi Pancasila ke ideologi lain.

Hal ini diutarakan Mahyudin dalam Dialog Kebangsaan DPD KNPI bertema "Memantapkan Jiwa Nasionalisme Pemuda sebagai Perekat  Persatuan Bangsa" di Aula Gabi Sabarataan, Kantor Walikota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (18/5).

"Jika saya bisa meminta, sudahlah hentikan semua potensi konflik dan perpecahan bangsa antara lain memfitnah, menghasut, memanas-memanasi.  Terlalu mahal harga dan darah yang harus dibayar bangsa ini jika terjadi perpecahan bangsa," kata kader Partai Golkar ini.

Dia berharap agar masyarakat terutama generasi muda pintar dan bijak ketika menerima ajakan dan provokasi-provokasi yang menimbulkan perpecahan.

"Saya sendiri di grup wa banyak sekali menerima kiriman-kiriman dan posting-posting berbau SARA, saya tegas menegur tidak boleh mengirim seperti itu.  Saya analisa ternyata asal kiriman tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan, hoax dan akun palsu," ujarnya.

Mahyudin menceritakan, sejarah mencatat bahwa seluruh elemen yang beragam di Indonesia sejak era kerajaan-kerajaan berkuasa di Nusantara, bersepakat bersatu untuk lepas dari penjajahan Belanda, maka lahirlah Indonesia dan Pancasila sebagai perekat seluruh perbedaan yang ada.

Ratusan tahun, lanjut Mahyudin, kerajaan-kerajaan sampai zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia setelah Indonesia lahir berjibaku berdarah-darah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Yang luar biasa adalah pengorbanan kerajaan-kerjaaan yang rela melepas hirarkis kekuasaan dinastinya demi bersepakat membentuk sebjah negara yakni Indonesia.

"Itulah makanya saya tegaskan, terlalu mahal jika bangsa ini mengalami perpecahan. Itu sama saja mengkhianati pengorbanan nenek moyang kita dulu," tegasnya.

Mahyudin mengingatkan, tanpa Pancasila bubarlah bangsa ini. Keutuhan bangsa harus tetap dijaga dengan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan penuh harap, Pimpinan MPR termuda ini mengatakan agar generasi muda jangan jauh-jauh berpikir dan bertindak. Mulailah dari diri sendiri dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.  

"Abaikan semua ajakan-ajakan yang berbau SARA. Dialog ini adalah salah satu ikhtiar dan upaya meminimalisir potensi perpecahan bangsa. Pemahaman soal Pancasila jangan hanya sebatas teori saja tapi benar-benar diimplementasikan di kehidupan," tandas Mahyudin.

Acara dialog sendiri berlangsung selama satu hari, dengan dihadiri amggota MPR RI dari kelompok DPD RI Mochammad Sofwat Hadi, Forkompimda Provinsi Kalimantan Selatan serta Pemkot Banjarbaru dan para pemuda gabungan anggota KNPI dan Himpunan Mahasiswa Islam se Kalimantan Selatan.[wid]


Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Oentoek Padoeka Jang Moelja

Oentoek Padoeka Jang Moelja

, 22 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

, 21 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00