Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Lorong Sunyi Menuju Tuhan (11)

Spiritual Contemplations: Mahabbah

Tau-Litik  RABU, 17 MEI 2017 , 10:10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Spiritual Contemplations: Mahabbah

Nasaruddin Umar/Net

JIKA cinta sudah berbicara, maka segalanya akan in­dah. Cinta bisa memaafkan segalanya. Itulah kekuatan cinta. Namun cinta itu bertingkat-tingkat. Dalam vocab­ulary Al-Qur'an, cinta memiliki 14 tingkatan. Mulai dari cin­ta monyet (palsu) sampai ke cinta Ilahi (mahabbah). Mahabbah dalam terminologi sufistik ialah rasa cinta yang amat sangat mendalam terh­adap Allah SWT. Begitu dalamnya rasa cinta itu maka dirasakan seolah-olah seluruh relung jiwa dipenuhi cinta sehingga tidak ada lagi ru­ang sedikit pun untuk membenci siapapun. Ma­habbah juga mengimplikasikan penyerahan diri secara total kepada satu-satunya yang dicintai dan dikasihi, yaitu Allah Swt. Mahabbah dalam perspektif tasawuf dianggap salahsatu maqam tertinggi bagi para pencari Tuhan (salikin).
Seorang salikah bernama Rabi'ah al-Adawi­yah, berasal dari satu keluarga yang sederha­na, miskin, dan penuh perjuangan yang keras untuk mencukupi keperluan hidup sehari-hari pertama kali memopulerkan istilah ini. Jiwa yang ikhlas yang disertai kemauan keras yang ia miliki bersumber pada rasa cintanya kepada Sang Khaliq yang amat dahsyat. Cinta inilah yang kemudian mampu mengubah wawasan, cara berpikir, serta sikapnya dalam kehidupan sehari-hari. Cinta itu pula yang telah member­ikan motivasi bagi dirinya untuk selalu bera­mal dengan istiqamah sepanjang hayatnya. Di masa mudanya, ia pernah ditangkap oleh pe­nyamun dalam suatu pengembaraan, lalu dijual di pasar budak. Ketika ia menjalani hidupnya sebagai budak, ia dibebaskan tuannya karena keluarbiasaan ibadahnya.

Jika cinta sudah memuncak kepada Allah Swt, maka seluruh makhluk-Nya juga akan mencintai yang bersangkutan. Rabi'ah al- Adawiyyah suatu saat bercengkerama dengan burung-burung dan binatang-binatang buas, lalu datang Hasan Basri, yang juga dikenal sebagai seorang sufi, tiba-tiba burung-burung dan binatang buas itu berhamburan menjauh. Hasan Basri bertanya kenapa mereka men­jauh dari saya dan dekat denganmu? Rabiah kembali bertanya, engkau habis makan apa? Mungkin engkau habis makan daging. Dijawab, "sudah lama saya tidak menjadikan perut saya sebagai kuburan (makan daging). Kata Rabi'ah tidak mungkin. Coba ingat dulu. Hasan Basri mengingat kalau minyak sisa penggorengan daging keluarganya ia gunakan untuk menggoreng sayuran. Rupanya itu yang membuat mer­eka pergi."

Rabi'ah al-Adawiyah selalu berdoa: "Tu­hanku! Apa saja yang Engkau hendak berikan kepadaku berupa dunia, berikanlah kepada musuhku dan apa saja kebaikan yang Engkau hendak berikan kepadaku berkenaan akhirat, berikanlah kepada orang-orang yang beriman, kerana yang aku kehendaki hanya Engkau. Bi­arlah aku tidak dapat syurga atau neraka. Yang aku kehendaki hanyalah pandangan cinta-Mu kepadaku."

Sufyan Al-Tsauri pernah sepanjang malam berdiskusi tentang ibadah kepada Allah Swt dengan Rabi’ah, lalu ia berkata: "Kita telah menghabiskan semalaman dengan sebaik-baiknya." Rabi’atul membantah, "Tidak, kita habis­kan masa dengan sia-sia kerana sepanjang percakapan itu kamu hanya berkata perka­ra-perkara yang memuaskan hatiku saja dan aku pula memikirkan perkara yang kamu su­kai pula. Semalaman kita buang waktu tanpa mengenang Allah. Adalah lebih baik jika aku duduk seorang diri dan menghabiskan waktu malam itu dengan mengenang Allah."

Ia pernah ditanya: "Apakah engkau benci ke­pada Setan?" Ia jawab: "Tidak, cintaku kepada Tuhan tidak meninggalkan ruang kosong dalam diriku untuk rasa benci kepada setan". Luar bi­asa Rabi'ah Adawiyah. 
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Said Aqil Cocok Gantikan Menteri Agama
Pesan SBY Untuk AHY

Pesan SBY Untuk AHY

, 24 JUNI 2017 , 10:00:00

Khutbah di Lapangan Gajah Mada

Khutbah di Lapangan Gajah Mada

, 25 JUNI 2017 , 19:31:00

Bicara di <i>Open House</i>

Bicara di Open House

, 25 JUNI 2017 , 21:52:00

Perkuat Persatuan Di Idul Fitri

Perkuat Persatuan Di Idul Fitri

, 25 JUNI 2017 , 22:35:00