Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

Sekjen MPR: Kita Harus Berdialog Dengan Santun Dan Cerdas

MPR RI  SENIN, 08 MEI 2017 , 15:13:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

RMOL. Masih Indonesiakah kita, setelah sekian lama banyak jatuh bangun. Setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk. Masihkah kita meletakkan harapan di atas kekecewaan, persatuan di atas perselisihan?

Musyawarah di atas amanah, kejujuran di atas kepentingan. Ataukah ke-Indonesiaan kita telah pudar tinggal slogan?

Itulah potongan puisi Cinta Indonesia yang kerap dibawakan Sekretaris Jenderal MPR RI, Maruf Cahyono, dalam berbagai kesempatan tatap muka dengan publik terutama kalangan pemuda.

Puisi yang sama ia bawakan lagi ketika ia menjadi narasumber dalam Seminar Pendidikan bertema "Pancasila Sebagai Pedoman Berkehidupan dan Penunjang Pembangunan Negara Indonesia", di Auditorium Ar-Rahim Universitas Yarsi, Jakarta, Senin (8/5).

"Isi puisi tersebut adalah intisari dari Indonesia yang kita harapkan, Indonesia yang selama ini sudah berproses. Ggenerasi muda sekarang tinggal melaksanakan. Laksanakan dalam kegiatan sehari-hari, misalnya kalau berdiskusi, bermusyawarah. Harus berdialog dengan santun dan cerdas," ungkap Maruf.

Maruf ungkapkan, puisi buatannya itu mencerminkan harapan Indonesia agar nilai-nilai dasar yang sudah mulai hilang bisa kembali dibunyikan dan dibumikan.

Dalam kesempatan tersebut, Maruf Cahyono juga mengingatkan para mahasiswa agar selalu belajar dan belajar tanpa bosan soal Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa.

"Ini sangat penting dipahami. Aspek-aspek kognisi atau pengetahuan tentang Pancasila dan nilai luhur bangsa lainnya yang kelihatannya mudah namun esensinya sangat luar biasa, kita masih kebablasan. Contoh, saya sering melihat mahasiswa dan generasi muda yang lupa syair lagu Indonesia Raya," ungkapnya.

Salah satu hal yang juga harus dipahami generasi muda, lanjut Maruf Cahyono, adalah soal kedaulatan. Kedaulatan di tangan rakyat.  Inti dari kedaulatan bisa berada di mana saja alias berada dalam kehidupan keseharian rakyat Indonesia.

"Kedaulatan rakyat erada di tataran politik, berada di tataran ekonomi, sosial budaya dan lainnya.  Inti dari kedaulatan rakyat di situ," demikian Maruf. [ald]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Aksi 171717, Ide Brilian Panglima TNI

Aksi 171717, Ide Brilian Panglima TNI

, 17 AGUSTUS 2017 , 23:00:00

Jokowi Optimis Meski Utang Bertambah

Jokowi Optimis Meski Utang Bertambah

, 17 AGUSTUS 2017 , 21:00:00

<i>Nyemplung</i> Di Kolam Bundaran HI

Nyemplung Di Kolam Bundaran HI

, 16 AGUSTUS 2017 , 04:39:00

Pamerkan Alutsista

Pamerkan Alutsista

, 16 AGUSTUS 2017 , 03:51:00

Diundang Ke Kairo

Diundang Ke Kairo

, 16 AGUSTUS 2017 , 02:45:00

Nyawa Ahok Dibandrol 1 M

Nyawa Ahok Dibandrol 1 M

Politik16 Agustus 2017 09:01

Abaikan Putusan Kasasi MA, Menteri Yasonna Mestinya Dijatuhi Sanksi
Mega: Saya Dianggap Alien

Mega: Saya Dianggap Alien

Politik16 Agustus 2017 08:53

Inilah Jabatan Deddy Mizwar Di Partai Gerindra
PDIP Merasa Terganggu Dengan Doa Tifatul Sembiring