Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

Kini, Buruh Seperti Budak Modern

Perayaan May Day Kurang Meriah

Bongkar  KAMIS, 04 MEI 2017 , 10:47:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kini, Buruh Seperti Budak Modern

Foto/Net

RMOL. Perayaan Hari Buruh Sedunia atau May Day tahun ini, Senin (1/5) lalu di Jakarta dinilai kurang meriah. Kendati begitu, buruh tetap menagih janji Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

Barikade aparat keamanan yang menghalangi buruh bergerak ke depan Istana Negara membuat aksi buruh tertahan di Jalan Medan Merdeka Barat. Akhirnya buruh hanya bisa me­nyuarakan tuntutannya di depan aparat keamanan.

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bergerak di Jalan Medan Merdeka Barat di jalur arah ke Jalan MH Thamrin. Aksi mereka tertahan di depan kantor Kemenko Polhukam, dimana aparat kepolisian telah menyiapkan personil, barikade, hingga kendaraan taktis untuk menghalangi aksi buruh menuju depan Istana Negara.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, dalam peringatakan May Day lalu, pihaknya mengangkat isu hapuskan outsourcing dan pemagangan, ja­minan kesehatan gratis seluruh rakyat dan jaminan pensiun, dan tolak upah murah. Isu ini diangkat karena dalam dua ta­hun terakhir kesejahteraan dan perlindungan terhadap buruh menurun drastis.

"Dengan demikian, pernyataan Menaker Hanif Dhakiri di sela-sela acara peresmian Rusunawa di BSD Tangerang yang menya­takan bahwa perlindungan kaum buruh makin membaik adalah tidak benar," katanya.

KSPI mencatat, penggunaan outsourcing makin masif di perusahaan-perusahaan swasta. Bahkan program pemagangan nasional yang diluncurkan oleh Presiden Jokowi makin mem­perparah buruknya perlindungan bagi buruh.

Mereka yang magang di pe­rusahaan bekerja sebagaimana layaknya buruh delapan jam perhari tapi tidak mendapatkan gaji. Mereka hanya mendapatkan uang transport dan uang makan. "Hal ini ibaratnya perbudakan modern. Bagaimana mungkin Menaker tidak tahu hal ini? Termasuk di BUMN, bahkan banyak menggunakan buruh outsourcing," ungkap Iqbal.

Sementara itu, massa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) juga tertahan di Jalan Medan Merdeka Barat arah ke Istana Negara. Mereka juga terpaksa berorasi di depan barikade aparat.

Sedangkan Sekjen KSPSI Subiyanto mengatakan, permasalahan besar kebangsaan Indonesia adalah ketidakadilan ekonomi dan hukum yang menyebabkan kemiskinan sistematis terhadap kehidupan pekerja Indonesia.

Pihaknya mencatat adanya sejumlah praktek tidak fair yang merugikan pekerja Indonesia. Mulai dari terbitnya PP no. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan yang menciptakan kesenjangan dan diskriminasi upah secara sistematis, implementasi jami­nan sosial yang buruk.

"Jaminan Kesehatan Nasional dan Jaminan Pensiun tidak layak dan tidak manusiawi, semen­tara Jaminan Hari Tua tidak sesuai dengan nilai filosofinya," ujarnya.

KSPSI juga menyesalkan maraknya kriminalisasi terhadap aktivis serikat sehingga tidak ada kepastian hak dan kebebasan ber­serikat yang sebagaimana yang dijamin oleh konstitusi. "Hukum ketenagakerjaan Indonesia tidak dipatuhi dan perlakuan tidak adil terus dialami oleh pekerja," kata Subiyanto.

Pihaknya juga mengecam kriminalisasi terhadap Sudiro, Ketua Serikat Pekerja PT Freeport Indonesia.

Di belakang massa KSPSI, massa Front Perjuangan Rakyat (FPR) juga menggelar orasi. FPR yang terdiri dari aktivis tani, rakyat miskin perkotaan, buruh migran, aktivis perem­puan, dan aktivis pemuda maha­siswa ini menyuarakan perjuan­gan seluruh rakyat tertindas melawan kebijakan pemerintah yang mengabdi kepentingan asing. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Aksi 171717, Ide Brilian Panglima TNI

Aksi 171717, Ide Brilian Panglima TNI

, 17 AGUSTUS 2017 , 23:00:00

Jokowi Optimis Meski Utang Bertambah

Jokowi Optimis Meski Utang Bertambah

, 17 AGUSTUS 2017 , 21:00:00

<i>Nyemplung</i> Di Kolam Bundaran HI

Nyemplung Di Kolam Bundaran HI

, 16 AGUSTUS 2017 , 04:39:00

Pamerkan Alutsista

Pamerkan Alutsista

, 16 AGUSTUS 2017 , 03:51:00

Diundang Ke Kairo

Diundang Ke Kairo

, 16 AGUSTUS 2017 , 02:45:00

Nyawa Ahok Dibandrol 1 M

Nyawa Ahok Dibandrol 1 M

Politik16 Agustus 2017 09:01

Abaikan Putusan Kasasi MA, Menteri Yasonna Mestinya Dijatuhi Sanksi
Mega: Saya Dianggap Alien

Mega: Saya Dianggap Alien

Politik16 Agustus 2017 08:53

Inilah Jabatan Deddy Mizwar Di Partai Gerindra
PDIP Merasa Terganggu Dengan Doa Tifatul Sembiring