Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Wanita Tani Dorong Diversifikasi Pangan Nusantara

Kementerian Pertanian  KAMIS, 20 APRIL 2017 , 21:05:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Wanita Tani Dorong Diversifikasi Pangan Nusantara

RMOL

RMOL. Ruang rapat Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen nyaris tanpa kursi kosong disesaki oleh kelompok wanita tani binaan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang mengikuti seminar nasional dengan tema 'Peran Wanita Dalam Meningkatkan Diversifikasi Pangan Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional' dengan pembicara utama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Kegiatan merupakan kerja sama antara Komisi IV dengan Wanita Tani HKTI. Diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2017. Seminar dihadiri Ketua Komisi IV Edhy Prabowo, Wakil Ketua Komisi IV Titiek Soeharto dan Herman Khaeron, serta Ketua Umum HKTI yang juga Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Organisasi Wanita Tani Indonesia merupakan bentuk kesungguhan kaum hawa yang ingin ikut berperan aktif untuk kemajuan pertanian Indonesia. Organisasi di bawah HKTI itu mendorong adanya diversifikasi pangan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Selain itu, organisasi yang diketuai Onny Jafar Hafsah tersebut menawarkan strategi pembangunan pangan dalam menuju ketahanan pangan di Nusantara.

Menteri Amran menyambut baik keinginan tersebut, di mana sebelumnya Kementan selalu mengajak seluruh lapisan masyarakat berperan aktif memajukan pertanian. Sebelumnya, Kementan merangkul pemuda yang diakomodir dalam Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita). Amran sempat menyatakan apresiasinya kepada gerakan-gerakan kaum wanita yang mampu memberikan solusi,
"Kowani, PKK, dan seluruh organisasi wanita bergerak bersama-sama di bulan Januari 2017, yaitu tanam cabai serempak. Dulu harganya Rp 160 ribu sekarang turun 80 persen yaitu Rp 30 Rp 40 ribu per kilogram. Ini berkat seluruh organisasi wanita," jelasnya, Kamis (20/4).

Amran kembali menekankan bagaimana potensi gerakan wanita di bidang pertanian yang dapat menyelesaikan masalah pertanian. Dengan potensi luas pekarangan 10 juta hektar, sebenarnya kebutuhan akan cabai dapat diselesaikan di pekarangan rumah.

"Luas pekarangan kita 10 juta hektar, setiap rumah tangga tanam sepuluh batang cabai, selesai sudah masalah cabai di Indonesia," katanya.

Dengan kebijakan Kementan yang selalu fokus terhadap petani, kedaulatan pangan bukan hal tabu lagi. Terlihat dengan refocussing anggaran dari tahun ke tahun mulai 2015. Refocussing anggaran selama dua tahun terakhir mencapai Rp 12 triliun.

"Biaya gunting pita, cat kantor dan lainnya dihilangkan, kecuali pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan petani," kata Amran.

Ketua Komisi IV Edhy Prabowo menyampaikan harapannya bahwa Indonesia mampu mandiri terhadap kebutuhan pangan sendiri. Dia berpesan agar semangat Kartini bisa terus dibawa dan diikuti oleh wanita tani HKTI.

"Bagaimana bisa menumbuhkan pertanian, bagaimana keadaan petani-petani kita, bagaimana kita peduli terhadap itu semua," sambungnya.

Komisi yang merupakan mitra kerja Kementan mendukung penuh acara yang digagas Wanita Tani HKTI tersebut. Edhy menganggap diversifikasi pangan adalah jawaban utama dalam masalah pangan saat ini.

Sedangkan, Ketua Umum HKTI Fadli Zon menganggap wanita tani merupakan salah satu organisasi yang perlu dikembangkan untuk menunjang kedaulatan pangan. Menurutnya, anggaran pertanian juga perlu ditingkatkan karena diharapkan mampu menyerap tenaga pertanian dan meningkatkan produksi pertanian..

"Saya tahu keberpihakan pak menteri (Amran) kita ini dalam soal pertanian sangat besar. Sangat kuat untuk tidak impor," jelasnya.

Kementan memastikan target lumbung pangan dunia 2045 sudah pada jalur yang tepat.

"Hari ini kita tidak mengimpor beras, bawang, jagung. Tidak terlalu mempermasalahkan data, yang penting tidak impor. Jangan dimainkan data karena hidden agenda. Program ke depan mimpi kami bersama seluruh anak bangsa dan wanita tani indonesia 2045 Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," ujar Amran.

Ditambahkannya, fokus Kementan yang juga menarik perhatian adalah membangun lumbung pangan di perbatasan. Bagaimana membuat wilayah perbatasan mampu menyelesaikan masalah pangan di dalam negeri bahkan yang utama juga luar negeri. FAO pun mengaku heran bagaimana Indonesia mampu kehilangan ketergantungan terhadap impor beras kepada negara tetangga belakangan ini, terbukti dengan nol persen beras impor yang masuk. Selain itu, Kementan juga terus menjalin komunikasi dengan semua elemen masyarakat demi kemajuan pertanian Indonesia dan kedaulatan pangan Nusantara. [wah]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Polisi Temui Novel

Polisi Temui Novel

, 29 JUNI 2017 , 09:00:00

Bela HT, Ketua HMI Disemprot Kader

Bela HT, Ketua HMI Disemprot Kader

, 28 JUNI 2017 , 15:00:00

Luruskan Hasil Pertemuan Dengan Jokowi
Liburan di Monas

Liburan di Monas

, 27 JUNI 2017 , 19:32:00

Bermain Arum Jeram

Bermain Arum Jeram

, 27 JUNI 2017 , 18:30:00