Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
Ramadhan

Israel Isolasi Pemimpin Tahanan Mogok Makan

Dunia  KAMIS, 20 APRIL 2017 , 08:28:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Israel Isolasi Pemimpin Tahanan Mogok Makan

Marwan Barghouti/Net

RMOL. Perserikatan Bangsa-Bangsa memantau aksi mogok makan yang dilancarkan 1.000 warga Palestina di penjara Israel dan menyerukan pengendalian diri menyusul bentrokan dengan para pendukung tahanan di Tepi Barat.
Para tahanan Palestina yang dipimpin tokoh Fatah populer Marwan Barghouti melancarkan aksi mogok makan pada Senin (17/4) untuk mendesak tuntutan seperti layanan medis yang lebih baik dan akses telepon.

"Kami tentu saja mengeta­hui situasi ini dan memantau perkembangannya dengan sak­sama," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Dujarric mengatakan bentro­kan terjadi di daerah pendudu­kan Tepi Barat guna mendukung para tahanan, menambahkan: "Kami menyerukan semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin."

Dujarric mengatakan, sesuai dengan prinsip di mana pun itu, pihaknya mengimbau agar tahanan diperlakukan secara manusiasi. Dewan Keamanan PBB akan membahas konflik Israel-Palestina dalam debat terbuka pada Kamis.

Menteri Keamanan Publik Is­rael Gilad Erdan berjanji, pihak berwenang tidak akan bernego­siasi dengan para tahanan dan mengatakan Barghouti sudah dipindahkan ke sel isolasi di penjara lain.

Kepala urusan tahanan untuk Otoritas Palestina, Issa Qaraqe mengatakan, sekitar 1.300 tahanan melakukan aksi mogok makan. Dikatakannya, jumlah tersebut masih bisa bertambah.

Menurut Klub Tahanan Palestina, sebuah LSM, jumlah peserta mogok makan mencapai 1.500 tahanan. Aksi ini dilaku­kan untuk menuntut hak-hak dasar dan memprotes buruknya kondisi di dalam penjara-pen­jara Israel. Ini merupakan aksi mogok makan tahanan Palestina yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Keamananan Publik Israel Gilad Erdan bersumpah bahwa otoritas Israel tak akan bernegosiasi dengan para tahanan tersebut. Dikatakannya, Barghouti telah dipindahkan ke penjara lain dan ditempatkan dalam sel tersendiri.

"Mereka itu para teroris dan pembunuh yang dipenjara, yang mendapatkan apa yang pantas untuk mereka dan kami tak ada alasan untuk bernegosiasi dengan mereka," ujar Erdan pada radio militer Israel.

Dikatakan Erdan, Barghouti kini ditempatkan di sel terpisah dikarenakan tindakannya yang menyerukan aksi mogok makan tersebut telah melanggar aturan penjara.

Barghouti saat ini sedang menjalani hukuman penjara seu­mur hidup atas perannya dalam intifada Palestina yang kedua. Dia merupakan figur populer di Palestina, dengan sejumlah hasil polling menunjukkan dia bisa memenangi pemilihan presiden Palestina. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Tamparan Keras Untuk Jokowi

Tamparan Keras Untuk Jokowi

, 28 MEI 2017 , 21:00:00

Djarot Jangan Seperti Ahok

Djarot Jangan Seperti Ahok

, 28 MEI 2017 , 15:00:00

Penegasan Bhinneka Tunggal Ika

Penegasan Bhinneka Tunggal Ika

, 27 MEI 2017 , 00:42:00

Kecam Gugatan JICT

Kecam Gugatan JICT

, 28 MEI 2017 , 19:40:00

Jenguk Korban Bom

Jenguk Korban Bom

, 27 MEI 2017 , 03:11:00