Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience

WAWANCARA

Edison Sianturi: Hingga 9 April 2017 Ada 49.981 Suket, Contoh Aslinya Nanti Terpampang Di TPS

Wawancara  SENIN, 17 APRIL 2017 , 08:45:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Edison Sianturi: Hingga 9 April 2017 Ada 49.981 Suket, Contoh Aslinya Nanti Terpampang Di TPS

Edison Sianturi/Net

RMOL. Kedua tim sukses pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta dapat bernapas lega. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta memas­tikan, Surat Keterangan (suket) yang mereka keluarkan asli, dan sudah terverifikasi. Sehingga tidak mungkin ada praktik mo­bilisasi massa, menggunakan suket, untuk memenangkan pas­nagan tertentu di DKI Jakarta .
Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Muhamad Taufik menegaskan, suket merupakan pintu ke­curangan pada pada hari H pencoblosan. Taufik meminta, KPU DKI tidak mengurusi data kependudukan karena itu meru­pakan kewenangan pemprov. Menurut dia, sebagai penyeleng­gara pemilu, KPU fokus saja memastikan data pemilih.

Berikut paparan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, Edison Sianturi.

Kenapa Anda yakin sekali suket yang beredar di masyarakat saat ini asli?
Karena kami sudah memas­tikan betul, jika suket-suket yang dikeluarkan merupakan rekomendasi dari kami. Harus saya tekankan, kalau buat Suket itu enggak gampang. Mereka harus melewati tahap verifikasi pendataan identitas, termasuk perekaman sidik jari dan retina mata. Petugas yang melayani pembuatan Suket juga mem­verifikasi data itu melalui data base Kependudukan. Jika sudah terdaftar pembuatan KTP elek­tronik, maka warga tidak dapat lagi membuat suket. Langsung teranulir. Jadi tidak sembarang orang dapat mendapatkan auket.

Formulir lembaran suket agaknya mudah sekali dipal­sukan lho. Bagaimana itu?
Tidak bisa. Sebetulnya suket tidak sesuai spesifikasi, itu bisa dibedakan dengan mudah. Untuk mencegah kepalsuan suket da­lam pilkada, kami membuat suket yang punya kop surat Dinas Dukcapil, Nomer suket dan tanda tangan pejabat pengesahan. Nantinya, contoh suket asli juga akan dipampang di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jadi seluruh masyarakat dapat me­mastikan sendiri, pengguna suket membawa yang asli atau palsu atau aspal saat mencoblos.

Tapi kan tidak ada jaminan juga tidak ada suket palsu yang digunakan?
Kami memberlakukan piket bagi operator Dukcapil yang tidak ber-KTP di DKIJakarta untuk piket, dan stand by selama proses waktu pencoblosan. Pada 19 April, mereka akan berjaga dari pukul 07.00 WIB, hingga sore hari jelang berakhirnya penghi­tungan suara. Verifikasi suket itu mengandalkan petugas piket tersebut. Nomor WhatsApp op­eratornya sudah kami sebarkan ke­pada petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat.

Sejauh ini memang sudah berapa banyak suket yang diterbitkan untuk pilkada?

Untuk putaran kedua, sampai tanggal 9 April ada sebanyak 49.981 suket yang sudah diter­bitkan.

Jauh juga jumlahnya kalau dibandingkan dengan pu­taran pertama yang sampai 84 ribuan ya?
Betul. Kali ini sepertinya me­mang terjadi penurunan. Saya minta seluruh petugas di kelu­rahan untuk melayani, kasudin (kepala suku dinas) berkoodinasi dengan camat dan lurah, serta dis­ampaikan lagi ke RT dan RW, namun memang kecenderungannya jumlah masyarakat yang mendaf­tarkan suket semakin sedikit. Mungkin karena sudah masuk ke Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Suket kan terakhir diter­bitkan Jum'at pukul 00. Kenapa begitu?

Itu sudah kesepakatan saat ra­pat sinkronisasi data pemilih di KPU, pada 10 April kemarin. Rapat dihadiri pihak KPU, Bawaslu, tim sukses kedua paslon, dan Disdukcapil.

Kalau masih ada warga yang mau buat suket bagaimana?

Warga yang belum mengurusi suket untuk pilkada, itu tidak akan dilayani setelah tanggal 13 April.

Kalau suket untuk keper­luan lain?
Kalau itu tetap berjalan nor­mal seperti biasanya. Suket untuk urusan kependudukan, seperti keterangan domisili, dan perekaman identitas kan lain. Itu memang untuk pelayanan publik, tidak ada hubungannya dengan Pilkada DKI.

Apakah suket untuk keperluan lain juga bisa dimanfaatkan untuk nyoblos di pilka­da?
Tidak bisa. Jenis suket itu tentu berbeda dari tiap kebu­tuhannya. Suket pilkada sebe­narnya ada dua jenis. Ada, yang berfoto dan barcode, serta ada hanya keterangan legal saja. Lamanya proses verifikasi data­base, melahirkan kebijakan suket yang tak berfoto dan berbarcode. Namun, dipastikan suket itu telah terverifikasi. ***

Komentar Pembaca
Aksi Kubur Diri Menuntut Keadilan

Aksi Kubur Diri Menuntut Keadilan

, 27 APRIL 2017 , 21:00:00

Solusi PSSI Untuk Timnas

Solusi PSSI Untuk Timnas

, 27 APRIL 2017 , 19:00:00

Aksi Melawan Maduro

Aksi Melawan Maduro

, 26 APRIL 2017 , 06:58:00

Membahas Perjuangan Bangsa Korea

Membahas Perjuangan Bangsa Korea

, 25 APRIL 2017 , 23:09:00

Aksi Kubur Diri

Aksi Kubur Diri

, 25 APRIL 2017 , 17:05:00