Verified

WAWANCARA

Arief Budiman: Kalau Nanti Komisioner KPU Bertambah, Bahkan Sampai 11, Ya Kita Akan Kerjasama

Wawancara  SABTU, 15 APRIL 2017 , 09:52:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Arief Budiman: Kalau Nanti Komisioner KPU Bertambah, Bahkan Sampai 11, Ya Kita Akan Kerjasama

Arief Budiman/Net

RMOL. Pria ini boleh dibilang cukup 'berkarat' di dunia kepemiluan.Belasan tahun Arief sudah mengabdikan dirinya sebagai komisioner pemilihan umum. Di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat saja, Arief sudah dua periode terpilih menjadi komisioner. Bahkan pada Rabu (12/4) lalu, melalui rapat pleno dia dipercaya menempati kursi Ketua KPU periode 2017-2022. Arief dipilih lewat mekanisme musyawarah mufakat.

Rekam jejak Arief di dunia election mudah dideteksi. Arief mengawali karier di dunia pemi­lu sebagai koordinator pemantau pemilu University Network For Free And Fair Election – Jawa Timur (UNFREL Jatim) pada 1999.

Pada 2003 dia masuk barisan penyelenggara pemilu sebagai anggota KPU Daerah Jawa Timur. Dua periode dia menjadi penyelenggara pemilu Jatim, yakni; periode 2003-2008 dan 2008-2013.

Pada 2012 dia melenggang ke Jakarta sebagai anggota KPU Pusat periode 2012-2017. Rampung dari situ, Arief kini kembali terpilih sebagai ang­gota KPU Pusat, bahkan dia dipercaya koleganya sebagai pimpinan KPU Pusat. "Saya mengucapkan terima kasih ke­pada seluruh komisioner dan Pak Sekjen atas kepercayaan kepada saya untuk menjadi drigen dalam orcherstra mulai pemilu tahun depan. Orcherstra ini harus mampu memainkan lagu secara harmonis," ujar Arief.

Sekadar informasi, KPU Pusat periode 2017-2022 diisi lima wajah baru yakni Ilham Saputra, Evi Novida Ginting Manik, Wahyu Setiawan, Pramono Ubaid Tanthowi dan Viryan. Sisanya, dua komisioner meru­pakan wajah lama yaitu Hasyim Asy'ari dan Arief Budiman. Berikut pernyataan Arief se­lengkapnya;

Sebagai seorang petahana, apakah anda merasa diuntungkan dengan pengalaman sebe­lumnya untuk memimpin KPU?
Semua memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin KPU. Saya terpilih sebagai ketua bukan berarti saya yang paling hebat di antara mereka. Semua ini orang-orang hebat. Bukan berarti saya yang paling kuat di antara mereka, semua sama. Hanya kebetulan dibutuhkan se­orang manager untuk mengatur pembagian kerja, menjembatani hubungan-hubungan dengan para pihak. Jadi sebenarnya saya hanya dipercaya untuk menjadi koordinator di dalam melaksana­kan pekerjaa ini.

Kalau kata Pak Hasyim, dibu­tuhkan drigen untuk menghasil­kan lagu yang harmonis. Jadi semua memberikan kontribusi, satu saja suaranya sumbang, tidak akan menghasilkan yang baik.

Tujuh orang komisioner ini adalah orang yang ahli di bidang kepemiluan. Mereka bukan hanya mengetahui secara litera­tur, mereka juga berpengalaman dalam tahapan-tahapan pemilu di Indonesia.

Oh ya kenapa sih pemilihan Ketua KPU sepertinya ber­langsung alot hingga nyaris sembilan jam prosesnya?
Enggak alot. Karena kita membahas pekerjaan yang ban­yak saja. Kalau pemilihannya cepat. Ya pokoknya cepatlah, tidak berdebat panjang. Semua orang mau menyampaikan pandangan-pandangannya, so­sok ketua seperti apa sih yang dibutuhkan oleh KPU saat ini untuk menyelenggarakan proses pemilu lima tahun ke depan. Semua memaparkan pandangan­nya, lalu semua mencapai kata sepakat, ya sudah untuk saat ini saya dipercaya menjadi ketua.

Lalu, apa sih alasan anda hingga akhirnya bersedia menjadi Ketua KPU?
Saya tidak pernah meminta jabatan. Dalam pertemuan, ke­tika ditanya siapa yang bersedia, semua enggak ada yang jawab. Makanya kita uraikan saja, kebutuhan kita apa, siapa yang paling cocok di sana. Ketika sudah diputuskan, dia enggak boleh nolak.

Maka diputuskan itu. Namun di antara semua, enggak ada yang berebut untuk menjadi ketua. Setelah musyawarah, barulah diambil mufakat. Jadi bukan ditunjuk-ditunjuk, kita uraikan semuanya itu, lalu kita menyepakati.

Lantas ke depan apa saja program pembenahan internal yang akan dilakukan?
Dalam waktu dekat sudah merancang akan menjadwalkan rapat pimpinan. Jadi komisioner, sekjen, kepala-kepala biro, kita akan berkumpul dalam suatu forum untuk membicarakan pekerjaan ke depan serta mem­bangun team building yang kuat. Itu rencana kita untuk melaku­kan konsolidasi internal. Kita sudah mengenal masing-masing, tapi kita kan juga ingin lebih mengenal, kan soal karakter masing-masing.

Kalau dari sisi konsolidasi eksternalnya, apa yang akan dilakukan?
Secara eksternal, kita merencanakan nanti akan melakukan pertemuan-pertemuan dengan stakeholder terkait dengan kepemiluan, dengan DPR, pe­merintah.

Kemudian terkait anggaran, kita akan melakukan pertemuan dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), Kementerian Keuangan.

Menyangkut perencanaan kita akan bicara dengan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional). Jadi stakeholder itu akan kita temui.

Apa saja yang akan di­fokuskan oleh KPU di bawah kepemimpinan anda?
Ada jangka pendek, menen­gah dan jangka panjang. Untuk saat ini kita akan selesaikan perjalanan Pilkada 2017. Kan masih ada beberapa yang harus diselesaikan. Itu untuk jangka pendeknya, sementara untuk jangka panjang tentu Pilkada 2018 dan Pemilu Serentak 2019. Itu detailnya ada semua. Saat ini kita fokus di jangka pendek sambil jangka panjang dan itu kita persiapkan.

Saya berharap dengan du­kungan semua pihak, perjalan­an pemilu ke depan menjadi lebih baik, semakin dipercayai, sehingga hasilnya pun bisa diper­caya menghasilkan pemimpin-pemimpin berkualitas.

Oh ya DPR mewacanakan akan menambah jumlah komi­sionser KPU, apa itu perlu dilakukan?
Oh itu ditanya ke DPR saja. Itu saya serahkan kepada DPR. Yang penting sekarang sudah ada ber-tujuh, kami akan bekerja dengan konsep komisioner.

Lalu kalau nanti ternyata DPR benar-benar menambah jumlah komisioner KPU, bagaimana itu?
Ya nanti kalau ada delapan, sembilan, 10, 11 komisioner, ya kita akan bekerja dengan jumlah itu. Setuju atau tidak setuju, kami serahkan kepada pembuat undang-undang. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Persiapan Pertemuan IMF-WB

Persiapan Pertemuan IMF-WB

, 20 OKTOBER 2017 , 02:09:00

JK Mendarat Di Turki

JK Mendarat Di Turki

, 20 OKTOBER 2017 , 04:30:00